Menatap Masa Depan Untuk Persepak Bolaan Nasional
Oleh : Akhsan Intje Makkah*
GEMURUH Piala Dunia 2026 telah berakhir. Sorak-sorai para pendukung telah mereda. Sang juara telah mengangkat trofi kebanggaan sepak bola dunia. Namun, bagi Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, berakhirnya Piala Dunia seharusnya bukan menjadi akhir dari euforia, melainkan awal dari sebuah perenungan.
Piala Dunia sesungguhnya bukan hanya tontonan. Lebih dari itu, ia adalah ruang belajar bagi setiap bangsa yang bercita-cita membangun prestasi olahraga. Negara-negara yang tampil di panggung dunia tidak lahir secara instan. Mereka dibangun melalui pembinaan usia dini yang berkesinambungan, kompetisi yang sehat, kepelatihan yang profesional, manajemen yang modern, serta dukungan pemerintah dan masyarakat yang tidak pernah surut.
Indonesia kini mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Prestasi tim nasional dalam beberapa tahun terakhir telah membangkitkan optimisme bahwa mimpi tampil di Piala Dunia bukan lagi sesuatu yang mustahil. Namun, optimisme itu harus dibarengi kerja keras dan kesabaran. Sepak bola tidak dibangun hanya dengan semangat sesaat, tetapi dengan sistem yang kuat.
Bagi Sulawesi Tengah, Piala Dunia hendaknya menjadi momentum untuk mengevaluasi arah pembinaan sepak bola daerah. Daerah ini tidak pernah kekurangan anak-anak berbakat. Dari pesisir Teluk Tomini hingga pegunungan Napu, dari Banggai hingga Tolitoli, dari Buol hingga Morowali, banyak generasi muda yang memiliki potensi besar. Yang masih dibutuhkan adalah pembinaan yang terarah, kompetisi usia muda yang rutin, lapangan yang layak, pelatih yang terus ditingkatkan kualitasnya, serta sinergi antara pemerintah daerah, PSSI, sekolah, klub, dan dunia usaha.
Sudah saatnya sepak bola tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter generasi muda. Disiplin, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah adalah nilai-nilai yang selalu ditampilkan negara-negara besar di Piala Dunia. Nilai-nilai inilah yang perlu ditanamkan kepada anak-anak kita sejak dini.
Kita tentu berharap suatu saat nanti ada putra-putri Sulawesi Tengah yang mengenakan seragam Merah Putih dan tampil di Piala Dunia. Harapan itu bukanlah mimpi kosong apabila mulai dibangun dari sekarang. Setiap sekolah sepak bola yang aktif, setiap kompetisi usia muda yang terselenggara, setiap lapangan yang diperbaiki, dan setiap anak yang diberi kesempatan berlatih merupakan investasi menuju masa depan.
Piala Dunia telah usai. Tetapi pekerjaan besar kita baru saja dimulai. Jangan biarkan semangat itu ikut berakhir bersama diturunkannya trofi juara. Jadikan Piala Dunia sebagai inspirasi untuk membangun sepak bola Indonesia dari daerah, termasuk dari Sulawesi Tengah.
Sebab, bukan tidak mungkin, suatu hari nanti dunia akan menyaksikan bahwa dari tanah Tadulako lahir pemain-pemain yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung sepak bola dunia.
*) Penulis adalah Pemerhati Olahraga
Apa Reaksimu?

