Sistem Pesantren Jadi Solusi Krisis Pendidikan Global, Rektor UNIDA Gontor: Ini Asli Indonesia!

Sistem pendidikan pesantren yang sudah mengakar berabad-abad di Nusantara dinilai menjadi jawaban ampuh untuk mengatasi krisis pendidikan holistik (menyeluruh) yang saat ini melanda Indonesia dan dunia.

Sep 5, 2026 - 16:35
Sistem Pesantren Jadi Solusi Krisis Pendidikan Global, Rektor UNIDA Gontor: Ini Asli Indonesia!
Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor KH Hamid Fahmy Zarkasyi (tiga dari kiri), Ketua MPR RI Ahmad Muzani (empat dari kiri) dalam pembukaan Global International Holistic Education Summit (GIHES) di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

JAKARTA, METROSULAWESI.NET - Sistem pendidikan pesantren yang sudah mengakar berabad-abad di Nusantara dinilai menjadi jawaban ampuh untuk mengatasi krisis pendidikan holistik (menyeluruh) yang saat ini melanda Indonesia dan dunia.

Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, KH Hamid Fahmy Zarkasyi, dalam acara Global International Holistic Education Summit (GIHES) di Jakarta, Sabtu.

Menurut Hamid, kiblat pendidikan Barat sejak era Renaissance punya kelemahan besar, yaitu memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai agama. Akibatnya, sekolah terlalu fokus pada nilai akademik (kognitif) demi mengejar kebutuhan industri, hingga melupakan pentingnya akhlak dan soft skill murid.

"Banyak tokoh Barat seperti Pestalozzi, Fröbel, sampai John Dewey yang mencoba menyatukan konsep kepala, tangan, dan hati (head, heart, and hand). Tapi model mereka gagal karena aspek kognitif tetap terlalu mendominasi. Sebaliknya, pesantren justru sudah mempraktikkan konsep pendidikan kehidupan ini secara konsisten selama ratusan tahun," jelas Hamid.

Kunci sukses pesantren terletak pada ekosistemnya. Sistem holistik di pesantren tidak cuma jadi teori di dalam kelas, tapi langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari lewat lingkungan asrama yang berjalan 24 jam. Di sinilah kurikulum formal, nonformal, dan informal menyatu dengan rapi.

Uniknya lagi, model yang menggabungkan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam satu lingkungan ini cuma bisa ditemukan di dunia Melayu alias Nusantara. Model seperti ini tidak akan dijumpai di negara lain seperti Arab, India, maupun Pakistan.

Melihat ketangguhan pesantren yang bisa mandiri dan bertahan lebih dari satu abad tanpa ketergantungan bantuan asing, Hamid mendorong agar sistem ini diakui secara nasional sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. Bahkan, model ini dinilai sangat layak untuk dipromosikan ke panggung internasional. (*)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow