Ratusan Warga di Kecamatan Labuan Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat sekitar 400 kartu keluarga (KK) di Kecamatan Labuan masih terisolasi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Jan 14, 2026 - 06:30
 0
Ratusan Warga di Kecamatan Labuan Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Donggala Abdul Muin saat diwawancarai oleh awak media, Senin (12/1). (Foto: Sofyan/ RRI)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat sekitar 400 kartu keluarga (KK) di Kecamatan Labuan masih terisolasi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Donggala, Abdul Muin, mengatakan terdapat dua wilayah yang hingga kini masih terisolasi, yakni Dusun Sisere dan Desa Labuan Lumbubaka.

“Kalau di Dusun Sisere sekitar 200 KK, di Lumbubaka juga 200 KK. Jadi totalnya sekitar 400 KK,” ujar Muin saat meninjau Dusun Sisere, Senin (12/1/2026).

Muin menjelaskan, akses jalan menuju dan keluar Dusun Sisere terputus akibat tanah longsor yang dipicu tingginya intensitas hujan pada Minggu (11/1/2026). Kondisi tersebut menyebabkan dusun itu terisolasi dari wilayah lainnya.

Sementara itu, Desa Labuan Lumbubaka terisolasi akibat ambruknya jembatan penghubung menuju desa tersebut setelah diterjang banjir.

“Kami sudah menurunkan alat berat di wilayah yang terisolasi. Di Dusun Sisere untuk pembersihan material longsor, sedangkan di Lumbubaka sedang diupayakan pembuatan jembatan darurat,” ungkapnya.

Selain akses jalan, jaringan internet dan aliran listrik di Dusun Sisere juga dilaporkan terputus akibat bencana. Meski demikian, BPBD Donggala menyebut pihak terkait telah melakukan upaya penanganan untuk pemulihan layanan dasar tersebut.

“Akses internet masih terkendala sementara. Mudah-mudahan bisa selesai dalam beberapa hari ke depan,” kata Muin.

Di samping itu, BPBD Donggala juga memfokuskan upaya evakuasi terhadap kelompok rentan di kedua wilayah tersebut, serta pendistribusian logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor.

“Satu orang ibu hamil sudah kami evakuasi. Hari ini kami juga merencanakan penyaluran logistik untuk memenuhi kebutuhan warga beberapa hari ke depan,” sebutnya.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Donggala pada Minggu (11/1/2026) pagi. Akibatnya, puluhan desa terdampak banjir, termasuk Dusun Sisere yang juga mengalami tanah longsor serta Desa Labuan Lumbubaka yang akses penghubungnya terputus. Selain itu, puluhan rumah warga terdampak dan 11 KK dilaporkan mengungsi. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow