Setahun Anwar–Reny: Konsolidasi Birokrasi, Ujian Layanan Dasar dan Pembangunan SDM Berkarakter.

Februari 2026 menjadi penanda satu tahun kepemimpinan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kurun waktu tersebut, arah pemerintahan mulai terbaca: konsolidasi birokrasi dijaga, layanan kesehatan diperluas, dan pendidikan ditempatkan sebagai fondasi pembangunan manusia.

Feb 28, 2026 - 04:04
 0
Setahun Anwar–Reny: Konsolidasi Birokrasi, Ujian Layanan Dasar dan Pembangunan SDM Berkarakter.
Akhsan Intje Makkah

Februari 2026 menjadi penanda satu tahun kepemimpinan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kurun waktu tersebut, arah pemerintahan mulai terbaca: konsolidasi birokrasi dijaga, layanan kesehatan diperluas, dan pendidikan ditempatkan sebagai fondasi pembangunan manusia.

Sulawesi Tengah memang sedang bergerak cepat secara ekonomi. Namun pertumbuhan tanpa penguatan sumber daya manusia berisiko melahirkan ketimpangan baru. Karena itu, evaluasi satu tahun ini penting untuk melihat sejauh mana pembangunan menyentuh aspek paling mendasar: tata kelola, kesehatan, pendidikan, dan nilai keagamaan.

Birokrasi: Stabilitas sebagai Fondasi

Drs. Taufik Yoto Lembah, MM, birokrat senior yang telah purna bhakti, menilai tahun pertama ini menunjukkan stabilitas internal pemerintahan yang cukup baik. Konsolidasi antar perangkat daerah berjalan relatif terkendali dan program prioritas mulai menemukan bentuknya.

Namun ia mengingatkan, stabilitas hanyalah fondasi. Tahun kedua harus diisi dengan penguatan reformasi birokrasi berbasis kinerja. Pelayanan publik perlu semakin cepat, transparan, dan berbasis digital. Aparatur tidak cukup hanya loyal, tetapi harus profesional dan adaptif terhadap perubahan.

Kesehatan: Akses Meningkat, Pencegahan Diperkuat

Dari perspektif akademik, Prof. Dr. Achmad Ramadhan, M.Kes dari Universitas Tadulako melihat adanya kemajuan pada akses layanan kesehatan, terutama dalam kemudahan masyarakat mendapatkan pelayanan di fasilitas rujukan.

Namun ia menegaskan bahwa keberhasilan sejati sektor kesehatan terletak pada pencegahan. Penguatan puskesmas, penanganan stunting, edukasi kesehatan, dan pengendalian penyakit tidak menular harus menjadi agenda prioritas berkelanjutan. Tanpa itu, beban kuratif akan terus membengkak.

Pendidikan dan SDM Keagamaan: Membangun Karakter, Bukan Sekadar Kompetensi

Pada aspek pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, perhatian pemerintah terhadap beasiswa dan akses pendidikan tinggi patut diapresiasi. Namun kualitas dan pemerataan pendidikan tetap menjadi pekerjaan besar.

Dalam konteks pembangunan berbasis nilai, tokoh agama Sulawesi Tengah, Drs. Husen Habibu, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya menitikberatkan pada kecerdasan intelektual.

Menurutnya, pendidikan harus melahirkan generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. Ia mengingatkan bahwa kemajuan daerah akan kehilangan makna jika tidak dibarengi penguatan moral, toleransi, dan kehidupan religius yang harmonis.

 “Pembangunan fisik penting, tetapi pembangunan jiwa jauh lebih menentukan arah masyarakat ke depan,” ujarnya.

Ia juga melihat perlunya penguatan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan institusi keagamaan dalam membangun karakter generasi muda. Nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta moderasi beragama harus menjadi bagian dari arus utama pembangunan SDM.

Menuju Tahun Kedua: Dari Fondasi ke Transformasi

Satu tahun pertama Anwar–Reny dapat disebut sebagai fase peletakan dasar. Birokrasi relatif stabil, layanan kesehatan mulai diperkuat, dan pendidikan mendapat perhatian. Namun tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi dan keberlanjutan.

Tahun kedua akan menjadi ujian: apakah reformasi birokrasi bergerak lebih progresif, apakah layanan kesehatan makin merata hingga ke pelosok, dan apakah pembangunan SDM mampu membentuk generasi yang tidak hanya kompeten tetapi juga berkarakter.

Sulawesi Tengah tidak hanya membutuhkan pertumbuhan, tetapi keseimbangan antara kecerdasan, kesehatan, dan keteguhan moral. Di situlah kualitas kepemimpinan akan benar-benar diukur oleh waktu.

*(Mantan komentator RRI Palu

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow