Tiga Malam di Baitul Khairaat

Oleh: H. Sofyan Farid Lembah*

Feb 2, 2026 - 17:04
 0
Tiga Malam di Baitul Khairaat
H. Sofyan Farid Lembah.

David Osborne tentu geleng-geleng kepala atas upaya  Penguasa Sulawesi Tengah me "retreet" jajaran eselon II birokrasinya untuk sebuah konsolidasi kinerja. Jangankan Osborne, Maulana Muhammad Ilyaspun tidak menyangka sebegitunya gerakan Tabligh yang dia gagas bisa dikawinkan dengan metoda Reinventing Government ala Anwar Hafidz. Apa yang tak bisa bila penguasa mencari jalan kebaikan dalam Tata Kelola Pemerintahannya.

Kata kunci adalah sebuah efektivitas birokrasi dalam sinergi  pencapaian tujuan pelayanan publik berkualitas lewat kesamaan persepsi, komitmen dan perilaku non maladministrasi dalam menjalankan RPJMD yang diemban. Ini adalah sebuah proses penyadaran.

Dalam Undang Undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik ada 3 pengawas eksternal pelayanan publik yang disebutkan, yaitu Legislatif atau DPRD, Ombudsman dan Masyarakat. Paling tidak ke tiga komponen pengawas tersebut bisa lakukan penilaian soal keberhasilan tekad Penguasa Daerah me "retreet" jajaran birokrasinya dimana lahir bukan saja pemerintahan yang bersih, kuat dan berwibawa juga last not but least adalah perubahan pelayanan publik yang lebih berkualitas dari pemerintahan sebelumnya. Menjadi sebuah keganjilan bila peran pengawas tersebut justru tidak sebaik birokrasi yang kelak diawasinya. LEGISLATIF  dan OMBUDSMAN sudah semestinya juga berbenah untuk menjalankan peranan yang seharusnya (role expectation) sebagai pengawas. Tak ada pengawas yang kuat dan efektif bisa mengembalikan kondisi executive heavy yang tak terkendali. Diperlukan sebuah kontrol kuat dalam pencapaian pelayanan publik.

DPRD dan Ombudsman perlu juga meretreet dirinya sebagai sebuah lembaga pengawas. Tentu dengan cara tersendiri. Paling tidak, melakukan khuruj seperti para eselon II lalu patut ditiru. Materinya tentu berbeda. Tapi ruh pencapaiannya sama yakni memperbaiki kualitas pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Pelayanan publik tanpa maladministrasi dan tanpa tindak koruptif. Pertanyaannya adalah apakah retreet seperti ini diperlukan atau tidak oleh kedua lembaga tersebut?

Bagi masyarakat adanya legislatif yang kuat dan hadirnya ombudsman yang efektif amat sangat diperlukan utamanya memberi rasa keadilan dan perlindungan dari sikap tindak maladministrasi dan tindak koruptif eksekutif. Kedua lembaga tersebut adalah jembatan penyaluran aspirasi sekaligus sebagai tempat memohonkan perilaku adil. Di sektor pertambangan misalkan banyak kasus mencuat yang memerlukan sebuah Tata Kelola yang lebih adil. Tudingan sebagai penambang ilegal menjadi sebuah dilema untuk menikmati kekayaan sumber daya alam diberanda lingkungan masyarakat. Ketika Pemerintah, Pengusaha dan oknum aparat penegak hukum tidak berpihak maka   lembaga legislatif dan ombudsman diharapkan hadir lakukan pembelaan terhadap masyarakat. Apalah jadinya bila Legislatif dan Ombudsman bersikap masa bodoh atas kepentingan masyarakat itu.

Tidak usah kita berdebat soal perlu tidaknya retreet DPRD dan Ombudsman di atas. Hari ini 2 Februari 2026 atau bertepatan 14 Sya'ban 1447 artinya malam ini adalah datangnya malam Nifsu Sya'ban Artinya Ramadhan segera datang menemui mereka yang bergembira menyambut kedatangannya. Tinggal hitungan belasan hari lagi Ramadhan tiba. Itulah bulan "retreet besar". Bukan hanya birokrat, tapi Pimpinan dan anggota DPRD, insan Ombudsman, Polisi, tentara, pengusaha bahkan hingga masyarakat semuanya sebulan penuh akan diretreet dan meretreetkan diri bersama dalam Ritual ibadah di bulan  istimewa yang telah lama ditunggu. Full ibadah Puasa, tahajud, shalat tarwih dan memakmurkan masjid siang dan malam lewat dzijir dan doa secara masif. Mengharap ridha Allah Sang Maha Pencipta memohon pengampunan sekaligus membentuk diri sebagai hamba Allah yang terlahir suci kembali. Sesungguh Ada sesuatu yang diharapkan semua mukminin pada "retreet" itu yakni hidayah. Hidayah yang membuka peluang setiap insan mengarungi hidup baru, semangat baru, persepsi, dan komitmen baru bukan hanya soal menjalankan pemerintahan, berusaha, bekerja, melakukan pengawasan serta seluruh aktivitas kehidupan dalam pencapaian paripurna tujuan hidup sebagai hamba Allah yang diridhai Allah SWT. Hidayah yang sesungguhnya  diharapkan seorang penguasa Daerah di 3 hari di Baitul Khairaat sebelumnya. Hidayah yang mengantar kebahagiaan masyarakar Sulawesi Tengah seluruhnya. Tabe, MARHABAN YAA RAMADHAN.

Silae-Palu, 2 Februari 2026

*) H. SOFYAN FARID LEMBAH, Social Worker

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow