Bulog Sulteng Alami Kendala Serapan Gabah Petani

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mengakui masih menghadapi kendala dalam pengadaan dan penyerapan gabah dari para petani di wilayah Sulawesi Tengah.

Feb 5, 2026 - 06:00
 0
Bulog Sulteng Alami Kendala Serapan Gabah Petani
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri Pakke. (Foto: Sidik/ RRI)

PALU, METROSULAWESI.NET - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mengakui masih menghadapi kendala dalam pengadaan dan penyerapan gabah dari para petani di wilayah Sulawesi Tengah.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan kendala tersebut disebabkan sebagian besar petani belum menjual hasil panennya dalam bentuk gabah, melainkan telah diolah dan dipasarkan dalam bentuk beras.

“Hampir semua masyarakat yang memiliki potensi besar untuk pengadaan belum melaksanakan penyerapan gabah. Mereka masih menjual hasil panennya dalam bentuk beras,” ujar Jusri saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Menurut Jusri, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog dalam mengoptimalkan pengadaan gabah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan pendekatan yang lebih intensif di lapangan agar proses penyerapan gabah dapat berjalan maksimal.

“Ini menjadi pekerjaan kami yang harus terus dikoordinasikan di lapangan. Semoga ke depan penyerapan gabah dapat berjalan lebih lancar,” katanya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Bulog Sulawesi Tengah berencana memperkuat koordinasi dengan dinas pertanian di tingkat kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk menyampaikan secara menyeluruh mekanisme penyerapan gabah kepada para petani.

“Nanti kami akan banyak berkoordinasi dengan rekan-rekan di dinas pertanian kabupaten/kota untuk menjelaskan bagaimana mekanisme penyerapan gabah dan beras, sehingga bisa membuka cara pandang petani,” jelas Jusri.

Ia menilai, sosialisasi dan edukasi kepada petani menjadi hal yang sangat penting agar mereka memahami manfaat menjual hasil panen dalam bentuk gabah. Sosialisasi tersebut tidak hanya melibatkan Bulog, tetapi juga berbagai pihak terkait.

“Ini masih perlu sosialisasi kepada petani dan tidak bisa hanya dilakukan oleh Bulog. Pemerintah daerah, TNI, serta para penyuluh pertanian juga perlu dilibatkan dalam upaya sosialisasi penyerapan gabah petani,” tegasnya. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow