Terjebak Asap Pekat Karhutla Poso, Dua Petugas Damkar Sempat Pingsan
Perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, memakan korban dari tim relawan dan petugas. Dua personel pemadam kebakaran (damkar) dilaporkan sempat pingsan setelah terjebak kepulan asap pekat saat berjibaku melokalisasi titik api.
POSO, METROSULAWESI.NET - Perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, memakan korban dari tim relawan dan petugas. Dua personel pemadam kebakaran (damkar) dilaporkan sempat pingsan setelah terjebak kepulan asap pekat saat berjibaku melokalisasi titik api.
Selain dua petugas yang tidak sadarkan diri, sejumlah personel gabungan lainnya juga mengalami sesak napas akut akibat pekatnya material asap di area kebakaran.
"Benar, ada dua petugas damkar yang sempat pingsan di lokasi kemarin. Selain itu, beberapa anggota tim gabungan lain di lapangan juga mengalami sesak napas," konfirmasi Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian kepada wartawan, Selasa (15/9).
AKP Rianto menjelaskan, insiden tersebut terjadi ketika arah angin mendadak berubah dan mengurung posisi para petugas di tengah kepulan asap tebal. Menyadari adanya korban tumbang, tim evakuasi langsung bergerak cepat melarikan para petugas tersebut ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama medis.
"Kemarin langsung dievakuasi ke puskesmas. Alhamdulillah, saat ini kondisi mereka sudah pulih dan aman," tambah AKP Rianto. Ia juga memastikan bahwa seluruh petugas yang mengalami gangguan pernapasan kini sudah membaik dan tidak ada yang sampai harus dirujuk ke rumah sakit.
Memasuki hari ketiga, pihak kepolisian menyatakan bahwa situasi kebakaran secara umum telah berhasil dikendalikan. Kendati demikian, personel gabungan masih disiagakan di lokasi guna menyisir sisa-sisa bara api tersembunyi.
"Situasi saat ini sudah terkendali. Namun, karena ini lahan gambut, sejumlah titik api kecil masih ditemukan di bawah permukaan. Petugas sekarang fokus melakukan proses pendinginan (cooling down) secara total," jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, petaka karhutla ini pertama kali berkobar di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.00 WITA. Kondisi vegetasi lahan gambut yang mengering ekstrem akibat kemarau, ditambah embusan angin kencang, membuat api menjalar liar hingga menghanguskan bangunan SMA Negeri 1 Pamona Selatan.
Hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso menunjukkan, dampak kerusakan akibat kebakaran ini mencapai luasan yang signifikan. Sedikitnya 20 hektar lahan perkebunan warga dan 30 hektar lahan gambut hangus terbakar. Selain kerusakan ekologi dan ekonomi, fasilitas pendidikan juga lumpuh setelah sembilan ruang kelas di SMA Negeri 1 Pamona Selatan rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

