Truk Kontainer Diberi Kemudahan Isi BBM di SPBU
Pihak Pertamina dan Hiswana Migas Sulawesi Tengah menyepakati memberi kemudahan bagi pengemudi truk kontainer dalam mengisi BBM di SPBU melalui sistem Barcode/QR Code.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pihak Pertamina dan Hiswana Migas Sulawesi Tengah menyepakati memberi kemudahan bagi pengemudi truk kontainer dalam mengisi BBM di SPBU melalui sistem Barcode/QR Code.
Kesepakatan ini dicapai dalam rapat bersama Pemprov Sulteng dan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, di Kantor Gubernur, Senin (14/9/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut aksi demonstrasi Serikat Buruh Transportasi Container (SBTC) Sulawesi Tengah, sekaligus upaya mengantisipasi antrean panjang di SPBU seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Gubernur Anwar Hafid yang memimpin rapat menegaskan, persoalan pelayanan BBM tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat berdampak pada kelancaran transportasi dan distribusi barang.
Persoalan pelayanan BBM termasuk kendala teknis ketika Barcode/QR Code milik truk kontainer tidak dapat dipindai saat kendaraan sudah berada di depan nozzle.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan, terutama ketika kendaraan telah mengantre dalam waktu lama namun transaksi pengisian BBM tidak dapat dilakukan akibat gangguan pada sistem QR Code.
Karena itu pihak Pertamina dan Hiswana Migas Sulteng sepakat memberikan kemudahan pelayanan bagi truk kontainer, khususnya dalam pembelian BBM bersubsidi yang menggunakan Barcode/QR Code.
Selain itu, Pertamina dan Hiswana Migas akan menugaskan pegawai khusus untuk mendampingi penggunaan Barcode/QR Code di SPBU.
Petugas juga akan disiapkan secara mobile untuk melakukan pengecekan Barcode/QR Code terhadap truk kontainer yang sedang mengantre.
Dengan pola tersebut, pemeriksaan QR Code dapat dilakukan lebih awal sehingga apabila terdapat kendala, persoalan bisa diketahui sebelum kendaraan mencapai nozzle.
“Jangan sampai truk sudah mengantre lama, kemudian ketika sampai di depan nozzle baru diketahui QR Code-nya bermasalah atau tidak bisa dipindai. Ini yang harus kita cegah,” tegas Anwar Hafid.
“Kita ingin memastikan pelayanan BBM, khususnya BBM bersubsidi, berjalan lancar dan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha transportasi. Ini juga bagian dari upaya kita menjalankan Program BERANI LANCAR di sektor transportasi,” ujar Anwar Hafid. (ril/*)
Apa Reaksimu?

