Memprihatinkan, Ajang Be'a Kede Poso Tak Dapat Dukungan Dispar

Kekecewaan Silondaya Art atas tidak adanya dukungan anggaran dari Dinas Pariwisata (Dispar) untuk kegiatan Be'a Kede Poso tahun 2026 yang semestinya harus disuport karena giat dimaksud merupakan agenda budaya tahunan.

Agustus 5, 2026 - 12:30
Memprihatinkan, Ajang Be'a Kede Poso Tak Dapat Dukungan Dispar
Penampilan anak-anak menari dalam kegiatan kegiatan Be'a Kede Poso tahun 2026. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Kekecewaan Silondaya Art atas tidak adanya dukungan anggaran dari Dinas Pariwisata (Dispar) untuk kegiatan Be'a Kede Poso tahun 2026 yang semestinya harus disuport karena giat dimaksud merupakan agenda budaya tahunan.

"Harusnya ajang Be'a Kede mendapat perhatian khusus Dinas Pariwisata, anak-anak kita dengan talenta dan percaya diri menggunakan baju adat yang ada di Poso, memperkenalkan budaya dengan menggunakan bahasa daerah, sementara dinas terkait masa bodoh atau hanya cuek dengan ajang Be'a Kede, selaku Manager Silondaya Art sangat kecewa, ungkap Irfan Mangun," Senin 3 Juli 2026.

Ditambahkannya, ajang budaya dan wadah ekspresi anak-anak ini seharusnya ada dukungan pemda dalam hal ini OPD terkait, namun sudah beberapa kali diadakan, tetap juga tidak ada bantuan anggaran.

"Sehingga dengan susah payah Silondaya Art mencari sponsor untuk giat Be'a Kede dapat berlangsung," tutur Irfan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Poso, Lisa Banawa, saat dikonfirmasi menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan Dinas Pariwisata, tetapi kegiatan Sanggar Seni Silondaya.

"Dinas Pariwisata pada prinsipnya dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya, namun harus didahului dengan pengajuan proposal atau permohonan resmi sesuai mekanisme yang berlaku. Pada kegiatan Be'a Kede, tidak ada proposal atau permohonan dukungan yang diajukan ke Dinas Pariwisata, sehingga kami tidak punya dasar untuk memberikan bantuan," ungkap Lisa.

Sekadar diketahui, ajang pemilihan Be'a Kede adalah mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri anak-anak, serta melestarikan panggilan budaya lokal Be'a (anak perempuan) dan Kede (anak laki-laki) di Kabupaten Poso.

Tujuannya untuk memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak agar dapat mengembangkan kreativitas dan percaya diri sejak dini. Pemilihan Be’a-Kede tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat sebagai bentuk kontribusi Silondaya Art terhadap tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Poso.

Tahun 2026 ini di ajang Be'a Kede Poso, dimana untuk Kategori A, Winer Kede adalah Fayat Arayan Umar, perwakilan SDN 1 Poso, sementara, Bea adalah Alda Regina SD GKST Dewua.

Sementara untuk Kategori B, Kede diraih Brave Heart, perwakilan SD GKST 2 Tentena, dan Bea diraih Nurfadilah dari SDN 19 Poso.

Reporter: Saiful Sulayapi 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow