Unhas Raih Pendanaan Hilirisasi Riset Senilai Rp31,3 Miliar

Universitas Hasanuddin (Unhas) memperoleh pendanaan Batch I Program Hilirisasi Riset Tahun 2026 senilai Rp31,3 miliar untuk mendukung 67 proposal inovasi yang dikembangkan para inventor dari 12 fakultas.  

Agustus 7, 2026 - 10:26
Unhas Raih Pendanaan Hilirisasi Riset Senilai Rp31,3 Miliar
Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas Asmi Citra Malina Unhas. ANTARA/HO-Unhas

MAKASSAR, METROSULAWESI.NET- Universitas Hasanuddin (Unhas) memperoleh pendanaan Batch I Program Hilirisasi Riset Tahun 2026 senilai Rp31,3 miliar untuk mendukung 67 proposal inovasi yang dikembangkan para inventor dari 12 fakultas.  

Pendanaan yang diperoleh Unhas ini merupakan modal strategis untuk mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian agar berkembang menjadi produk, teknologi, maupun model inovasi yang memiliki nilai tambah ekonomi dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat serta dunia usaha dan dunia industri. 

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut mencerminkan semakin matangnya ekosistem riset dan inovasi di Unhas. 

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan riset dan inovasi telah mengalami transformasi sehingga lebih berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. 

"Target utama kita adalah memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada laporan atau prototipe di dalam kampus," ujarnya.

"Melalui dukungan LPDP dan BOPTN ini, kita mendorong agar inovasi dari Unhas dapat diproduksi secara luas, dimanfaatkan oleh industri, serta memberikan manfaat langsung bagi perekonomian dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat," lanjut Prof JJ.

Pendanaan berasal dari dua skema di bawah Program Diktisaintek Berdampak. Sebanyak 52 proposal Hilirisasi Riset Prioritas memperoleh dukungan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dengan nilai Rp15,3 miliar.

Sementara itu, 15 proposal Hilirisasi Riset Strategis yang bersifat multiyears didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan RI, dengan pencairan tahun pertama sebesar Rp15,8 miliar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPDP Kementerian Keuangan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Unhas dalam pelaksanaan Program Hilirisasi Riset Tahun 2026.

"Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan," katanya.

"Kami berharap para inventor terus berinovasi, memperluas kolaborasi dengan mitra industri, serta memastikan setiap karya mampu memberikan dampak bagi kemajuan bangsa dan dunia," sambung Rektor.

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas Prof Dr Amir Ilyas, menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas inovasi, tetapi juga oleh perlindungan kekayaan intelektual dan tata kelola kemitraan yang baik.

"Tugas kita sekarang bukan hanya meneliti, tetapi juga memastikan seluruh produk inovasi terlindungi melalui hak cipta maupun paten. Kami mengawal setiap perjanjian kerja sama agar memiliki dasar hukum yang kuat sehingga memberikan kepastian bagi inventor maupun mitra industri," jelasnya.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi proses hilirisasi mulai dari pengelolaan kekayaan intelektual hingga komersialisasi hasil riset. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow