Angkat Berat Belum Masuk Porprov, Pabersi Sulteng Diminta Kejar Status Eksibisi

Pelatih nasional angkat berat Sulawesi Tengah, Mustakim, menyebut kepengurusan baru Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Sulteng memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama membuka peluang cabang olahraga angkat berat tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng.

Oktober 20, 2026 - 06:30
Angkat Berat Belum Masuk Porprov, Pabersi Sulteng Diminta Kejar Status Eksibisi
Pelatih nasional angkat berat Sulawesi Tengah, Mustakim, menyebut kepengurusan baru Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Sulteng memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama membuka peluang cabang olahraga angkat berat tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pelatih nasional angkat berat Sulawesi Tengah, Mustakim, menyebut kepengurusan baru Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Sulteng memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama membuka peluang cabang olahraga angkat berat tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng.

Mustakim juga berharap angkat berat dapat dipertandingkan pada PON XXI 2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Jadi mudah-mudahan dengan kepengurusan yang baru nanti kita bisa menuju ke kualifikasi BK PON 2027,” ujar Mustakim.

Menurutnya, angkat berat belum masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Sulteng 2026 di Morowali Desember mendatang. Salah satu kendalanya adalah persyaratan untuk mengikuti Porprov melalui status eksibisi.

“Porprov tidak masuk. Karena mudah-mudahan masih bisa kita usahakan. Syarat untuk ikut Porprov kan harus eksibisi dulu,” katanya.

Mustakim menilai kesempatan tampil sebagai cabang eksibisi dapat menjadi pintu masuk bagi angkat berat untuk kemudian dipertandingkan secara resmi pada Porprov mendatang.

Karena itu, ia meminta kepengurusan baru Pabersi Sulteng memprioritaskan pemenuhan persyaratan organisasi agar angkat berat dapat mengikuti eksibisi di Porprov Morowali.

Salah satu kendala yang dihadapi Pabersi Sulteng saat ini adalah jumlah pengurus cabang (Pengcab) kabupaten/kota yang belum memenuhi persyaratan.

Mustakim menyebut baru terdapat sejumlah Pengcab yang terbentuk, yakni Morowali, Tojo Una-Una, Kota Palu dan Banggai Kepulauan. Sementara itu, daerah lain seperti Sigi dan Donggala disebut memiliki atlet angkat berat, tetapi kepengurusannya belum terbentuk.

“Minimal kan tujuh. Mudah-mudahan di kepengurusan baru yang terbentuk nanti, Pengcab-Pengcab dihidupkan biar bisa memenuhi syarat ke Porprov,” ujarnya.

Ia mengatakan Sigi dan Donggala sebenarnya memiliki potensi atlet. Bahkan, sejumlah atlet asal Sigi berlatih di Kota Palu karena fasilitas gym tersedia di Kota Palu, meskipun secara administrasi mereka merupakan warga Sigi.

“Sigi, Donggala. Mereka punya semua. Karena gym ada. Apalagi Sigi ini latihannya mereka di Kota Palu juga. Cuma KTP-nya KTP orang Sigi,” jelas Mustakim.

Menurut Mustakim, pembenahan organisasi menjadi langkah pertama yang harus dilakukan Pabersi Sulteng sebelum mengupayakan keikutsertaan angkat berat pada Porprov.

“Yang prioritas itu bisa eksibisi. Kepengurusan dulu, syarat untuk memenuhi eksibisi, kepengurusan Pengcab-Pengcab,” katanya.

Pewarta: Adi Pranata
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow