SPPG Boya Kecamatan Banawa Ditutup Sementara
Dapur SPPG kelurahan Boya kecamatan Banawa sudah seminggu tidak menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG). SPPG itu ditutup sementara pasca viral di media sosial gegara menu 'Japan'.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Dapur SPPG kelurahan Boya kecamatan Banawa sudah seminggu tidak menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG). SPPG itu ditutup sementara pasca viral di media sosial gegara menu 'Japan'.
Dapur yang berdekatan dengan rumah mantan anggota DPRD Donggala itu kabarnya mendapat sanksi ditutup setelah sempat menjadi sorotan publik gegara menu “japan” Jasuke (jagung susu keju) sempat viral di media sosial facebook.
Pemilik SPPG Kelurahan Boya, Didin yang dikonfirmasi sebanyak dua kali melalui pesan WhatsApp, hanya mengarahkan wartawan menghubungi pengelola Dapur SPPG.
“Wassalaam, tanyakan sj sama Ka Sppg dinda, sy tdk punya kompetensi menjawab pemberitaan. Maaf neh,” tulisnya.
Selanjutnya Pengelolo SPPG kelurhan Boya, Halik yang dihubungi, juga tak mau memberikan keterangan. Dia sama sekali tak merespon pesan yang dikirim melalui WhatsApp.
Seperti diberitakan sebelumnya Dapur SPPG kelurahan Boya ini menjadi sorotan warga net ketika menyajikan menu MBG ala “Japan” Jasuke.
Menu makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan Dapur SPPG di Kelurahan Boya, Donggala, viral di media sosial.
Warganet memprotes menu ‘ala Japan’ Jasuke (jagung susu keju) yang disajikan, Penyajian menu ala kekeinian itu tak mendapat respons positif, justru sebaiknya “Jasuke” menjadi cemohan warganet yang mayoritas adalah orang tua siswa penerima MBG.
“Menu MBG hari ini by SPPG Boya ala-ala menu diet buat anak yang di fase pertumbuhan,” tulis akun Fauzhiee Adharr melalui unggahan di media sosialnya Facebook, Kamis 23 Juli 2026.
Sontak postingan Akun Fauzhiie Adharr mendadak ramai, dengan komentar akun lainnya. “Kasian tempenya ya sendiri,” cuit akun Citra Nasa.
Kemudian cuitan berlanjut dengan tulisan akun Zaitun Ummu yang mengatakan “mo berak-berak anak-anak makan jagung” tulisnya.
“Antara lancar pencernaan atau cepat lapar, apa lagi yang kelas besar pulang jam 2 siang,” tulis Akun Fauzhiee Adharr membalas cuitan Zaitun Ummu.
Dengan ditutup sementara SPPG Kelurahan Boya, orang tua siswa harus membuat bekal sendri unutk anaknya.
“Sudah satu minggu saya ba bikin bekal anaku, setiap jam 9 pagi kami menitip makanan anak di pos satpam sekolah” Kata orang tua siswa SDN 25 Kelurhan Boya jumat pagi kemarin.
Diketahui Dapur SPPG kelurahan Boya kecamatan Banawa saat ini melayani 12 sekolah yang ada di wilayah kecamatan Banawa.
Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

