Cerita Tegar dan Ibnu: Merantau ke Donggala Demi Tugas Negara dan Kepikat Keindahan Laut

Bagi Tegar Wiguna (24) dan Ibnu Yoga, Kabupaten Donggala dulunya mungkin hanya sebuah nama di peta. Namun tahun 2026 ini, takdir membawa kedua anak muda ini menginjakkan kaki di tanah Sulawesi Tengah demi sebuah misi penting: menyukseskan program Kampung Nelayan Modern (KNMP).

Nov 7, 2026 - 11:30
Cerita Tegar dan Ibnu: Merantau ke Donggala Demi Tugas Negara dan Kepikat Keindahan Laut
Dua pendamping KNMP asal Karawang Jawa Barat, Tegar Wiguna (kiri) dan Ibnu Yoga (kanan) pendamping asal Semarang saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Kepala UPTD Perikanan dan Kadis Perikanan Donggala, Kamis 5 November 2026. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Bagi Tegar Wiguna (24) dan Ibnu Yoga, Kabupaten Donggala dulunya mungkin hanya sebuah nama di peta. Namun tahun 2026 ini, takdir membawa kedua anak muda ini menginjakkan kaki di tanah Sulawesi Tengah demi sebuah misi penting: menyukseskan program Kampung Nelayan Modern (KNMP).

Tegar yang berasal dari Karawang, Jawa Barat, dan Ibnu yang datang dari Semarang, Jawa Tengah, adalah perpanjangan tangan negara. Mereka direkrut oleh kementerian terkait untuk menjadi pendamping program KNMP di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa.

"Kami berempat ditugaskan kementerian untuk mendampingi wilayah Banawa, tepatnya di Kelurahan Boneoge," cerita Tegar saat berbincang hangat di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Kamis kemarin.

Sebagai Ketua Tim Pendamping, Tegar tidak sendirian. Selain Ibnu, ada juga Maria Tigris yang jauh-jauh datang dari Medan, Sumatera Utara, serta satu rekan lagi yang dijadwalkan segera menyusul. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) kementerian, para pemuda tangguh ini akan mengabdi di Donggala selama dua tahun ke depan.

Bagi Tegar yang merupakan alumni Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang, merantau ke Donggala ternyata membawa kesan mendalam. Pemuda yang masih berstatus lajang ini mengaku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wilayah Boneoge.

Selama bertugas, Tegar menumpang di kediaman Sekretaris Lurah Boneoge. Keramahan warga lokal membuat rindu kampung halamannya langsung terobati.

"Masyarakat di sini sangat ramah, saya merasa seperti di kampung sendiri dan berada di rumah sendiri. Bikin betah! Apalagi pemandangan laut Donggala memang sangat indah," kenang Tegar sambil tersenyum.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, menjelaskan bahwa kehadiran Tegar dan kawan-kawan adalah bagian dari rombongan besar. Total ada 32 orang pendamping kementerian yang disebar di Donggala untuk mengawal enam titik lokasi KNMP sepanjang tahun 2026.

"Setiap titik KNMP dikawal oleh empat orang pendamping. Tugas utama mereka adalah melakukan penguatan kelembagaan masyarakat pasca-pembangunan fisik selesai," jelas Ali.

Selain Kelurahan Boneoge di Kecamatan Banawa, program mercusuar ini juga menyasar lima wilayah pesisir lainnya, yaitu Desa Salubomba (Banawa Tengah), Lero Tatari (Sindue), Batusuya (Sindue Tombusabora), Tompe (Sirenja), dan Pangalasiang (Sojol).

Lewat kolaborasi anak muda lintas daerah dan masyarakat lokal, wajah kampung nelayan di Donggala kini siap bersiap menuju era baru yang lebih modern.

Pewarta: Tamsyir Ramli 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow