Curah Hujan di Danau Poso Masih Kurang

Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sekitar Danau Poso. Kondisi ini menjadi harapan bagi pemulihan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih menghadapi keterbatasan daya akibat menurunnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.

Nov 8, 2026 - 09:30
Curah Hujan di Danau Poso Masih Kurang
Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sekitar Danau Poso. Kondisi ini menjadi harapan bagi pemulihan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih menghadapi keterbatasan daya akibat menurunnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sekitar Danau Poso. Kondisi ini menjadi harapan bagi pemulihan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih menghadapi keterbatasan daya akibat menurunnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.

PT PLN (Persero) menyebut curah hujan yang terjadi masih relatif terbatas sehingga belum cukup meningkatkan ketersediaan air untuk mendukung produksi pembangkit. Hingga 4 November 2026, kemampuan pasok PLTA Poso baru mencapai 200 megawatt (MW) dari kondisi normal sebesar 515 MW.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan hujan yang mulai turun merupakan perkembangan positif. Namun, dibutuhkan curah hujan yang lebih merata dan berkelanjutan agar kondisi air di Danau Poso kembali meningkat.

"Turunnya hujan tentu menjadi kabar baik dan harapan bagi kita semua. Namun, kita masih membutuhkan curah hujan yang lebih merata dan berkelanjutan agar debit air masuk serta tinggi muka air Danau Poso dapat meningkat. PLN terus berkoordinasi dan melakukan berbagai upaya agar kondisi pasokan listrik dapat berangsur membaik," ujar Didik kepada wartawan Jumat (6/11). 

Berdasarkan data PLN per 4 November 2026, kemampuan pasok PLTA Poso mengalami penurunan sebesar 315 MW dibandingkan kondisi normal. Penurunan ini dipengaruhi terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat rendahnya curah hujan selama periode El Nino.

Kondisi tersebut berdampak terhadap sistem kelistrikan Sulbagsel. Sebab, pembangkit listrik tenaga air menyumbang lebih dari 30 persen pasokan listrik pada sistem tersebut.

Data hidrologi PT Poso Energy per 3 November 2026 pukul 07.00 WITA menunjukkan tinggi muka air Danau Poso berada pada 509,402 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut turun 2 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 509,422 mdpl.

Pada waktu yang sama, debit air masuk atau inflow Danau Poso tercatat 28,67 meter kubik per detik. Sementara debit air keluar atau outflow mencapai 109,89 meter kubik per detik.

Artinya, volume air yang masuk ke danau masih jauh lebih rendah dibandingkan air yang keluar untuk mendukung operasional pembangkit.

Untuk mendukung peningkatan potensi hujan di sekitar Danau Poso, PLN juga menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Kegiatan ini telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026 dan masih dilaksanakan hingga 4 November 2026.

Berdasarkan laporan hingga 3 November 2026, TMC telah dilakukan melalui sembilan sortie penerbangan dengan total waktu terbang 19 jam 34 menit. Dalam kegiatan tersebut, bahan semai yang digunakan mencapai 9.000 kilogram.

PLN menjelaskan TMC merupakan salah satu upaya untuk mendukung peningkatan potensi hujan di wilayah sasaran. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada dinamika atmosfer dan kondisi awan sehingga tidak menjamin hujan langsung turun ataupun meningkatkan debit air danau dalam waktu singkat.

Pewarta: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow