Kuliah Umum Di Unismuh Luwuk, Anwar Hafid Tekankan Pentingnya Akhlak
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan pentingnya akhlak dan karakter moral bagi mahasiswa sebagai bekal meraih kesuksesan. Menurutnya, tingginya gelar akademik tidak akan memiliki arti apabila tidak diimbangi dengan kejujuran, kerendahan hati, dan perilaku yang baik.
LUWUK, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan pentingnya akhlak dan karakter moral bagi mahasiswa sebagai bekal meraih kesuksesan. Menurutnya, tingginya gelar akademik tidak akan memiliki arti apabila tidak diimbangi dengan kejujuran, kerendahan hati, dan perilaku yang baik.
Pesan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk), Kabupaten Banggai, Rabu (4/11/2026).
Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Anwar menegaskan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan karakter moral yang kuat.
“Biar (gelarnya) profesor, tapi kalau tidak punya akhlak, tidak akan ada orang yang meliriknya,” tegasnya.
Ia menyebut kejujuran dan kerendahan hati sebagai dua nilai penting yang harus dimiliki setiap orang. Kejujuran menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan, sedangkan kerendahan hati membuat seseorang tetap dihargai, setinggi apa pun ilmu dan kedudukannya.
Selain karakter moral, Anwar juga mengingatkan pentingnya karakter kinerja, yakni kesungguhan dan tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas.
Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan integritas serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Anwar turut membagikan pengalaman hidupnya saat menempuh pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Ia mengaku pernah bekerja sebagai buruh bongkar muat untuk membiayai kuliahnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memperjuangkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah melalui program Berani Cerdas.
Saat ini, alokasi anggaran program Berani Cerdas telah mencapai Rp367 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya tidak mau ada anak Sulteng yang merasakan penderitaan saya. Orang tua setengah mati kalau anaknya sudah minta uang untuk bayar uang kuliah,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, pemerintah provinsi berupaya meringankan beban biaya pendidikan masyarakat agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Anwar berharap mahasiswa Unismuh Luwuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik, tetapi juga terus membangun integritas, karakter, dan kepribadian yang kuat.
“Gelar tinggi itu penting, tetapi akhlak, kejujuran, dan kerendahan hati jauh lebih menentukan bagaimana seseorang dihargai dalam kehidupan,” katanya. (ril/*)
Apa Reaksimu?

