Berikut Pegakuan Lengkap Korban Perundungan Kakak Tingkat Mahasiswa Teknik Untad: Dikeroyok, Disulut Rokok dan Ditelanjangi

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako jadi korban perdungan. Ketiganya dikeroyok, hingga ditelanjangi oleh sejumlah kakak tingkatnya. Kasus ini diduga dipicu oleh permasalahan dalam kelas. Saat itu ketiga korban bermain handphone saat seorang dosen memberi kuliah.

Oktober 7, 2026 - 13:10
Oktober 7, 2026 - 13:34
Berikut Pegakuan Lengkap Korban Perundungan Kakak Tingkat Mahasiswa Teknik Untad: Dikeroyok, Disulut Rokok dan Ditelanjangi
Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Untad, korban perundungan kakak tingkat mengadukan kasusnya ke Polresta Palu. FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET- Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako jadi korban perdungan. Ketiganya dikeroyok, hingga ditelanjangi oleh sejumlah kakak tingkatnya. Kasus ini diduga dipicu oleh permasalahan dalam kelas. Saat itu ketiga korban bermain handphone saat seorang dosen memberi kuliah.

Kasus ini kemudian diadukan ke Polresta Palu oleh salah satu korban berinisial KRG. Seperti apa kronologi kejadiannya? Berikut ini pengakuan KRG kepada wartawan.

Jadi pada pertama itu kronologinya itu kak, saya lagi bermasalah dengan dosen kak di kampus. Itu pada jam 2, pada pukul 2 saya ada masuk mata kuliah sama dosen saya yang mata kuliahnya itu perkembangan arsitektur kak. Terus pada saat itu dosen saya menjelaskan di depan kak. Tapi disitu juga sifat saya tidak baik sebenarnya kak

Karena saya bermain HP di belakang dengan teman saya terus pada saat itu dosen saya mungkin lihat ke saya, karena saya lagi bermain HP dan tidak memperhatikan dia. Saya disitu, saya akui saya salah. Terus pada saat sudah mau mengakhiri mata kuliah itu dosen itu panggil ke saya. Saya, dia bilang: Ken kenapa kamu main hp begini begini begini. Terus saya bilang, saya tidak menjawab di situ pak. Soalnya dia lagi bertanya soal materi yang dia jelaskan tadi ke saya, tapi saya tidak jawab ke dia, karena saya tidak tau, dan saya tidak memperhatikan waktu kuliahnya.

Nah setelah itu kak, dosen saya ini kayak marah begitu ke saya. Dan dia sempat juga menangis. Mungkin dia menangis itu karena dia tidak tahan dengan sifat saya. Tapi di situ saya sama sekali tidak ada kurang ajar ke dia. Saya sudah mengakui, saya salah. Dan saya tidak ada pernah melawan dia atau membentak dia sekalipun. Nah, habis itu Pak, saya mencoba menemui setelah jam mata kuliah.

Saya mencoba untuk meminta maaf ke dia di ruangannya. Ada dua kali saya minta maaf ke dia. Dan pas permintaan maaf yang kedua kalinya. Di situ dia kasih konsekuensi ke saya. Kalau saya itu tidak bisa masuk mata kuliahnya sampai akhir. Dan pada saat itu juga kating (kakak tingkat) saya yang memukul saya itu masuk ke ruangannya ibu ini.

Entah apa yang dia bicarakan tapi yang paling pasti itu, kating saya bilang itu kalau dia ini sempat dilaporkan sama ibu F, kalau si ibu ini melapor ke kating saya. Dia melapor kalau saya ini dan teman-teman saya sudah kasih nangis dia. Nah di situ yang saya tahu kan saya dengar sendiri dari mulut keting itu terus pada jam 5 lewat.

Setelah maghrib kami bertiga itu dipanggil. Pertama itu saya dengan teman saya dulu yang laki-laki, yang namanya Herman, yang perempuan itu, kami ada tiga orang kak. Ada dua laki-laki sama satu cewek. Saya dengan teman saya ini duluan kesana kak ke lokasi pemukulan.

 Jadi di situ kami dipanggil. Pertama-tama itu saya ditanya kau kasih menangis dosenku. Saya jawab tidak kak. Kak, ampun kak. Nah pada saat itu dia tanya, langsung dia pukul. Iya langsung dikeroyok.

 Terus ada semua orang itu, mungkin hampir-hampir semua kak. Yang saya hitung ada 20 atau 10 orang terus dikeroyok. Di situ saya dikasih habis sama dorang. Terus tanganku itu dikasih kena puntung rokok sama dorang. Mungkin untuk pengancaman begitu kak.

Setelah habis maghrib, dorang bawa lagi kak. Saya kira kita ini tidak mau diapakan di sana, atau mau dikasih pulang tapi ternyata pas dibawa di lab arsitektur kami dipukul lagi. Dipukul-pukul-pukul terus.

Saya dibawa lagi ke gazebo terus di situ saya ditelanjangi kak, cuman tersisa celana dalam. Dan kating saya itu bilang, saya sudah kasih malu dosen, jadi saya juga harus ikut malu, menanggung akibatnya. Jadi pada saat itu pacar saya datang dari rumahnya, untuk menjemput say. Di situ sudah berhenti sudah, perkelahian. *

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow