Tragedi di Balik Isu 'Dosen Menangis': Mahasiswa Untad Diduga Disulut Rokok dan Dikeroyok Kakak Tingkat

Kasus dugaan perundungan dan kekerasan fisik kembali mencoreng lingkungan perguruan tinggi. Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berinisial KRG, resmi melaporkan dua seniornya ke Polresta Palu atas dugaan tindakan pengeroyokan dan penganiayaan.

Oktober 7, 2026 - 12:14
Tragedi di Balik Isu 'Dosen Menangis': Mahasiswa Untad Diduga Disulut Rokok dan Dikeroyok Kakak Tingkat
Ilustrasi- Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berinisial KRG, resmi melaporkan dua seniornya ke Polresta Palu atas dugaan tindakan pengeroyokan dan penganiayaan.FOTO: AI

PALU, METROSULAWESI.NET – Kasus dugaan perundungan dan kekerasan fisik kembali mencoreng lingkungan perguruan tinggi. Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berinisial KRG, resmi melaporkan dua seniornya ke Polresta Palu atas dugaan tindakan pengeroyokan dan penganiayaan.

Laporan resmi tersebut dilayangkan korban pada Selasa (6/10/2026) dengan nomor registrasi LP/B/1196/X/2026/SPKT/Polresta Palu/Polda Sulteng.

Berdasarkan keterangan KRG, insiden ini berakar dari ruang kelas saat mata kuliah yang diampu oleh seorang dosen berinisial F. Ketika perkuliahan berlangsung, KRG kedapatan bermain ponsel di kursi belakang hingga akhirnya ditegur oleh dosen tersebut.

Meski KRG telah meminta maaf, dosen F memintanya untuk tidak mengikuti kelasnya lagi. “Saya diminta tidak masuk mata kuliahnya sampai akhir (semester),” ungkap KRG.

Tak lama setelah teguran itu, sejumlah mahasiswa tingkat atas (kakak tingkat) masuk ke ruang kelas dan menemui dosen F. KRG mengaku tidak mengetahui pasti isi obrolan mereka. Namun, ia menduga para seniornya menerima informasi yang keliru.

“Yang pasti, kakak tingkat saya mengaku mendapat laporan bahwa saya dan teman-teman sudah bikin menangis dosen,” lanjut KRG.

Kesalahpahaman tersebut berbuntut panjang pada sore harinya. KRG dan rekannya dipanggil oleh dua senior berinisial AL dan MK ke sebuah lokasi. Di tempat itulah interogasi yang berujung kekerasan terjadi.

“Saya sempat ditanya, 'Kamu yang kasih menangis dosen saya?'. Saya jawab tidak kak, minta maaf. Pada saat ditanya itu, dia langsung memukul dan mengeroyok,” aku KRG.

Dalam dokumen laporan polisi, tindakan kekerasan yang dialami korban tergolong sadis. Selain dipukul dan ditendang berulang kali, salah satu terlapor diduga menyulutkan rokok ke tangan kiri korban. KRG juga dipaksa menanggalkan pakaiannya hingga hanya menyisakan celana dalam.

Akibat penganiayaan tersebut, KRG mengalami luka fisik cukup serius. Korban mengeluhkan sakit pada kedua telinga, lengan, dan kepala, serta pembengkakan di pipi kiri, serta rasa nyeri di area perut dan kedua paha.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, KRG memilih menempuh jalur hukum. Laporan ini kini menjadi dasar bagi Polresta Palu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum para terlapor. Sementara itu, dosen Fakultas Teknik Untad berinisial F yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum memberikan respons atau jawaban terkait duduk perkara ini. (din/*)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow