Jelang Porprov Sulteng X, Ketersediaan BBM dan Penginapan Kontingen Jadi Sorotan
Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah X di Kabupaten Morowali tidak hanya menyangkut kesiapan venue pertandingan. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan tempat menginap bagi kontingen juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi KONI Sulteng bersama KONI kabupaten/kota.
PALU, METROSULAWESI.NET - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah X di Kabupaten Morowali tidak hanya menyangkut kesiapan venue pertandingan. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan tempat menginap bagi kontingen juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi KONI Sulteng bersama KONI kabupaten/kota.
Perwakilan KONI Banggai, Sugianto Djanun, meminta persoalan tersebut dipersiapkan sejak jauh hari agar tidak menjadi kendala ketika ribuan atlet, pelatih dan ofisial mulai berdatangan ke Morowali.
Menurut Sugianto, persoalan BBM perlu mendapat perhatian serius karena mobilitas kontingen selama Porprov akan sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Ia mengungkapkan, saat melakukan kunjungan teknis ke Morowali, pihaknya melihat antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi persoalan jika jumlah kendaraan meningkat selama pelaksanaan Porprov.
“Tidak lucu kalau kami kontingen membawa mobil tangki. Tetapi persoalan BBM ini memang harus kita pikirkan,” ujar Sugianto saat rakor, Rabu (26/8).
Ia mengusulkan KONI Sulteng dan panitia berkoordinasi dengan Pertamina untuk menyiapkan skema khusus selama Porprov berlangsung.
Salah satu opsi yang ditawarkan adalah menghadirkan mobil tangki dengan nozzle di lokasi tertentu selama pertandingan. Distribusi BBM tersebut dapat dikhususkan bagi kendaraan kontingen yang telah memiliki tanda atau stiker resmi.
“Bagaimana kerja sama dengan Pertamina, mobil tangki pakai nozzle hanya untuk selama 10 hari. Jangan digunakan untuk masyarakat, kecuali yang berstiker bisa dilayani,” katanya.
Menurut Sugianto, skema tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk Pertamina, agar kebutuhan BBM kontingen dapat terjamin tanpa mengganggu pelayanan untuk masyarakat umum.
Selain BBM, persoalan akomodasi kontingen juga menjadi sorotan.
Sugianto meminta Morowali segera menyiapkan mekanisme liaison officer (LO) yang akan menjadi penghubung antara panitia tuan rumah dengan masing-masing kontingen.
Menurutnya, LO penting agar setiap kabupaten/kota dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai lokasi penginapan, konsumsi, transportasi hingga kebutuhan teknis selama berada di Morowali.
“Kami menunggu dari Morowali, mana LO-nya. Tidak mungkin kami tiba-tiba datang ke sana tanpa koordinasi,” ujarnya.
Ia berharap penempatan kontingen dapat diatur berdasarkan daerah sehingga koordinasi menjadi lebih mudah. Dengan sistem tersebut, masing-masing kontingen dapat memiliki penghubung yang memahami kebutuhan mereka selama pelaksanaan Porprov.
Sugianto juga mengusulkan agar kontingen tidak ditempatkan secara acak di lokasi yang berjauhan. Penempatan yang terstruktur dinilai dapat memudahkan distribusi makanan, transportasi atlet menuju venue, serta koordinasi selama pertandingan.
“Kalau bisa setiap kontingen kabupaten itu jangan dipisah. Penempatannya diatur berdasarkan daerah, sehingga tingkat koordinasi makanan dan transportasi tidak ribet,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf juga telah meminta seluruh KONI kabupaten/kota segera mencari tempat tinggal bagi kontingen masing-masing.
Bupati menilai persoalan akomodasi harus dipersiapkan sejak awal karena setiap daerah berpotensi membawa ratusan atlet, pelatih dan ofisial.
“Masih ada waktu kurang lebih lima bulan. Tolong cari tempat tinggal. Saya minta dipersiapkan dari sekarang,” ujar Ikhsan.
Reporter: Adi Pranata
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

