Unai Emery Percaya Diri Bisa Kalahkan PSG di Piala Super Eropa
Pelatih Aston Villa Unai Emery percaya diri timnya dapat mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Piala Super Eropa pada 13 Agustus mendatang.
JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Pelatih Aston Villa Unai Emery percaya diri timnya dapat mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Piala Super Eropa pada 13 Agustus mendatang.
Sebelum menghadapi juara Liga Champions itu, Aston Villa akan melakoni sejumlah laga persiapan, termasuk saat mereka menghadapi Indonesia All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, besok Sabtu (1/8) pukul 19.30 WIB.
"Dalam 10-12 hari ini, kami akan memainkan pertandingan melawan mereka. Tentu saja ini pertandingan yang spesial. Kami akan mencoba menikmatinya, mempersiapkan diri, dan bersaing. Mencoba membangun tim kami sebaik mungkin meskipun tahu kami belum berada di level terbaik kami," kata Pelatih Aston Villa, Unai Emery pada jumpa pers pra-pertandingan kontra Indonesia All Stars di Jakarta, Jumat.
Laga melawan Indonesia All Stars adalah laga pramusim keempat yang dijalani sang juara Liga Europa tersebut, setelah mereka mengalahkan Walsall 5-0 dan kalah dua kali dari Porto dengan skor 1-2 dan Real Socieded dengan skor 2-4.
Sesudah tuntas meladeni Indonesia All Stars, pramusim Aston Villa berlanjut ke Thailand ketika mereka melawan BG Pathum United pada Selasa (4/8) dan kemudian dilanjutkan menghadapi Bayern Muenchen tiga hari setelahnya sebelum memainkan Piala Super Eropa.
"PSG adalah salah satu tim terbaik di dunia dengan pelatih terbaik di dunia saat ini. Kami akan mencoba bersaing sebaik mungkin dengan pemain yang kami miliki sekarang. Ini adalah tantangan pertama kami," kata Emery.
"Sangat penting setelah final ini bagaimana kami akan mengelola musim depan, terutama di Premier League karena itu adalah prioritas pertama kami untuk berada di posisi teratas. Liga Champions juga kompetisi yang harus kami nikmati dan kami bersaing di sana," tambah dia.
Pertemuan kontra PSG akan menjadi pertemuan ketiga untuk kedua tim ini dalam setahun terakhir. Pertemuan pertama dan kedua terjadi pada April tahun lalu pada perempat final Liga Champions.
Di leg pertama Aston Villa menelan kekalahan 1-3. Mereka kemudian bangkit untuk meraih kemenangan pada leg kedua dengan skor 3-2, meski pada akhirnya gagal lolos karena kalah agregat dengan skor 4-5.
"Dalam dua pertandingan itu kami sangat dekat untuk memiliki kesempatan mengalahkan mereka. Pengalaman itu bagus untuk kami, untuk saya sendiri dan para pemain, untuk percaya pada kapasitas kami bersaing di level ini," ucap pelatih 54 tahun tersebut. (ant)
Apa Reaksimu?

