Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan Pertalite di Sejumlah SPBU Kota Palu

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat merespons laporan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite, yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu dalam beberapa hari terakhir.

Agustus 28, 2026 - 08:00
Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan Pertalite di Sejumlah SPBU Kota Palu
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, memimpin rapat koordinasi darurat di Kantor Gubernur Sulteng pada Rabu (26/8/2026). (Foto: Biro Adpim)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat merespons laporan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite, yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu dalam beberapa hari terakhir.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, memimpin rapat koordinasi darurat di Kantor Gubernur Sulteng pada Rabu (26/8/2026). Pertemuan ini digelar untuk mencari solusi konkret agar distribusi BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.

“Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite,” ujar Rudi Dewanto.

Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina mengklarifikasi bahwa keterlambatan pasokan Pertalite dipicu oleh cuaca buruk di laut. Kondisi alam ini menghambat perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar tanggal 15 Agustus 2026, yang berdampak pada pasokan di tangki penyimpanan pada 16–17 Agustus.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina langsung mengalihkan pasokan alternatif dengan mengambil stok dari Depot Bau-Bau dan Depot Poso demi menjaga kestabilan di wilayah Sulawesi Tengah. Pertamina memastikan bahwa pasokan dari Bau-Bau dan Bitung sudah kembali masuk secara normal sejak 20–24 Agustus 2026. Hasil pantauan pada Rabu (26/8/2026) menunjukkan situasi antrean di sejumlah SPBU Kota Palu sudah mulai mengurai dan kembali normal.

Menyikapi hal ini, Pemprov Sulteng mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang justru bisa memicu kelangkaan baru.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean,” tegas Rudi.

Pemprov Sulteng bersama Pertamina berkomitmen akan terus memperketat pengawasan di lapangan guna memastikan rantai distribusi berjalan lancar, serta memperkuat koordinasi agar potensi gangguan akibat faktor cuaca di masa depan dapat diantisipasi lebih awal. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow