Pemkot Palu Ajak Cetak Generasi Zaman Now yang Berakhlak Mulia di Momen Maulid Nabi

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, keluarga besar pendidik yang tergabung dalam KBG PAI dan K3S Kecamatan Palu Timur–Mantikulore menggelar acara seru dan khusyuk di Masjid Agung Baiturrahim Lolu pada Sabtu (5/9/2026). Wali Kota Palu yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Usman, turut hadir memeriahkan suasana.

Sep 8, 2026 - 11:00
Pemkot Palu Ajak Cetak Generasi Zaman Now yang Berakhlak Mulia di Momen Maulid Nabi
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, keluarga besar pendidik yang tergabung dalam KBG PAI dan K3S Kecamatan Palu Timur–Mantikulore menggelar acara seru dan khusyuk di Masjid Agung Baiturrahim Lolu pada Sabtu (5/9/2026). (Foto: Diskominfosantik Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, keluarga besar pendidik yang tergabung dalam KBG PAI dan K3S Kecamatan Palu Timur–Mantikulore menggelar acara seru dan khusyuk di Masjid Agung Baiturrahim Lolu pada Sabtu (5/9/2026). Wali Kota Palu yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Usman, turut hadir memeriahkan suasana.

Acara yang dipenuhi para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan ini mengangkat tema yang relate banget dengan kehidupan sekarang, yaitu membangun generasi beriman dan berprestasi di era modern yang penuh tantangan.

Lewat sambutan tertulis Wali Kota, Asisten Usman curhat colongan soal tantangan anak muda zaman sekarang. Menurutnya, teknologi dan media sosial yang berkembang super cepat bagai pisau bermata dua. Ada peluang besar untuk maju, tapi godaan dan pengaruh negatifnya juga gak main-main.

"Pendidikan itu gak cukup cuma bikin anak pintar secara akademik. Anak-anak Palu juga harus punya iman kuat dan akhlak yang top supaya gak gampang kebawa arus," ujar Usman.

Di sinilah pentingnya meneladani sifat Rasulullah SAW seperti jujur, disiplin, sabar, dan penyayang. Pemkot Palu pengin generasi muda mereka melek teknologi tapi tetap rendah hati, punya cita-cita setinggi langit tapi gak lupa hormat sama orang tua dan guru.

Usman juga mengingatkan kalau tugas berat ini gak bisa cuma dibebankan ke sekolah. Harus ada kerja sama yang kompak antara pihak sekolah, orang tua di rumah, lingkungan masyarakat, dan pemerintah.

"Sekolah itu tempat bentuk karakter, tapi rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Makanya, kita semua harus bisa jadi contoh nyata, bukan cuma bisa menasihati lewat kata-kata," tambahnya.

Di akhir acara, Usman mengajak seluruh guru dan elemen masyarakat untuk menjadikan sifat mulia Nabi—siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah—sebagai panduan kerja dan kehidupan sehari-hari demi masa depan Kota Palu yang lebih cerah. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow