Hannah Asa Indonesia Ajak Mahasiswa Lakukan 'Financial Glow Up'

Rangkaian edukasi ini diawali oleh Hannah Asa Indonesia melalui Bootcamp 124 yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), kemudian dilanjutkan dengan Bootcamp 125 yang berfokus pada perencanaan keuangan pribadi.

Oktober 22, 2026 - 19:43
Hannah Asa Indonesia Ajak Mahasiswa  Lakukan 'Financial Glow Up'
Rangkaian edukasi ini diawali oleh Hannah Asa Indonesia melalui Bootcamp 124 yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), kemudian dilanjutkan dengan Bootcamp 125 yang berfokus pada perencanaan keuangan pribadi. FOTO: ISTIMEWA

PALU, METROSULAWESI.NET- Rangkaian edukasi ini diawali oleh Hannah Asa Indonesia melalui Bootcamp 124 yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), kemudian dilanjutkan dengan Bootcamp 125 yang berfokus pada perencanaan keuangan pribadi.

Bootcamp 124 sendiri mengusung tema Mempersiapkan Pemimpin Muda yang Bijak Finansial. Agenda ini berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, mulai pukul 16.00 WITA di Hannah Homestay, Palu. Menghadirkan Sitti Nadira, seorang Associate Wealth Planner Syariah (AWPS), sebagai pemateri utama, kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswa dengan antusias.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep financial glow up, yaitu sebuah gerakan masif untuk memperbaiki kondisi keuangan lewat kebiasaan yang lebih sadar, terencana, dan disiplin. Sitti Nadira menekankan bahwa kesehatan finansial tidak melulu diukur dari besarnya pendapatan, melainkan dari kecakapan dalam mengalokasikan dana, mengendalikan pengeluaran, konsistensi menabung, serta kesiapan menghadapi kebutuhan masa depan. Langkah nyata ini dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tertib mencatat pengeluaran harian, menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menetapkan target keuangan yang jelas.

Menurut Sitti Nadira, kemampuan mengelola keuangan pada dasarnya merupakan cerminan dari kemampuan seseorang dalam mengelola diri sendiri.

"Kepemimpinan yang baik perlu dibangun dari kemampuan mengelola diri sendiri, termasuk dalam mengambil keputusan keuangan. Mahasiswa perlu belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas, serta menggunakan uang secara bertanggung jawab. Kebiasaan finansial yang disiplin sejak bangku kuliah dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan kehidupan sekaligus menjalankan tanggung jawab yang lebih besar di masa depan," ujar Sitti Nadira.

Pentingnya perspektif tersebut diakui langsung oleh Nur Hafizah Amanah Sausu, salah satu peserta Bootcamp 124. Ia merasa materi yang didapatkan sangat membantunya memahami pengelolaan keuangan secara lebih terarah, terutama dalam memilah prioritas hidup dan pentingnya menyiapkan dana darurat.

"Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami cara mengelola keuangan dengan baik agar lebih terarah dan terorganisasi. Tujuannya tentu agar uang yang saya miliki bisa mencukupi kebutuhan sampai akhir bulan. Saya juga menjadi lebih bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, serta semakin menyadari pentingnya mempersiapkan dana darurat sejak dini," ungkap Nur Hafizah.

Hal senada juga diutarakan oleh Andri Fahrezy yang juga menjadi peserta dalam Bootcamp 124. Ia menilai bahwa manajemen finansial bukan sekadar urusan menabung semata, melainkan tentang ketajaman insting dalam menentukan skala prioritas saat membelanjakan uang.

"Setelah mengikuti kegiatan ini, saya mendapat banyak pelajaran baru. Mengelola keuangan ternyata bukan hanya tentang menabung, tetapi juga bagaimana kita mampu memilah dengan jeli mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Lewat edukasi ini, saya optimis bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola keuangan pribadi," tutur Andri.

Pengalaman nyata para peserta ini membuktikan bahwa edukasi finansial idealnya menyentuh persoalan yang paling dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa, seperti strategi memastikan uang saku cukup hingga akhir bulan, menyusun skala prioritas, hingga menimbang urgensi sebelum melakukan pengeluaran.

Komitmen pembelajaran tersebut kemudian berlanjut pada Bootcamp 125 yang bertajuk Susun Perencanaan Keuangan Pribadi demi Masa Depan Aman. Agenda ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 15.00 WITA di tempat yang sama, Hannah Homestay, Palu.

Pada sesi kedua ini, Hannah Asa Indonesia menghadirkan dua pemateri sekaligus, yakni Ilan Dwi Oktaviani yang juga seorang Associate Wealth Planner Syariah (AWPS), bersama Rizqy Ladewan.

Di sini, para peserta diajak untuk membedah langsung kondisi finansial pribadi mereka. Caranya dengan mengidentifikasi sumber pemasukan, menghitung total pengeluaran riil, serta memetakan sisa uang yang tersedia setiap bulannya. Evaluasi menyeluruh ini mencakup pos kebutuhan sehari-hari yang krusial bagi mahasiswa, mulai dari biaya makan, transportasi, keperluan kuliah, kuota internet, hingga alokasi untuk aktivitas sosial.

Dengan memahami alur arus kas secara transparan, mahasiswa dapat melacak ke mana saja uang mereka mengalir. Hal ini memudahkan mereka untuk menentukan pos pengeluaran mana yang harus diprioritaskan atau justru dipangkas. Pada akhirnya, perencanaan keuangan yang sehat tidak melulu menuntut nominal penghasilan yang besar, melainkan berakar pada pemahaman yang realistis atas kondisi riil dan konsistensi dalam mengeksekusi rencana tersebut.

"Perencanaan keuangan pribadi tidak harus menunggu sampai kita memiliki penghasilan yang besar, melainkan dimulai dengan memahami kondisi keuangan saat ini. Mahasiswa dapat memulainya dari langkah kecil seperti tertib mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun anggaran bulanan, serta menetapkan target tabungan dan dana darurat sesuai kemampuan. Ketika kebiasaan ini dijalankan secara konsisten, mereka akan jauh lebih mudah menentukan prioritas dan siap menghadapi kebutuhan masa depan," pungkas Ilan Dwi Oktaviani. (din/*)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow