Bappenas RI Gali Data Arus Logistik di Pelindo Pantoloan Untuk Pemutakhiran Tabel IRIO 2026
“Data operasional pelabuhan menjadi salah satu masukan untuk memetakan keterkaitan ekonomi dan distribusi barang antar wilayah.
PALU, METROSULAWESI.NET- Di balik pergerakan kapal dan aktivitas bongkar muat di pelabuhan, terdapat informasi penting mengenai keterhubungan kegiatan produksi, perdagangan, dan distribusi antardaerah. Perspektif tersebut menjadi bagian dari penggalian data yang dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI saat mengunjungi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan, Sulawesi Tengah, Selasa (13/10/2026).
Kunjungan lapangan tersebut dipimpin oleh Syifaa Tresnaningrum, S.T., M.Sc., selaku Koordinator Tim Koordinasi Pusat Daerah, Sekretariat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan, Kementerian PPN/Bappenas RI. Kegiatan ini merupakan bagian dari survei pemutakhiran Tabel Interregional Input-Output (IRIO) 2026, dengan fokus pengumpulan informasi mengenai pola dan kendala arus barang antarwilayah serta data bongkar muat berdasarkan komoditas dan pelabuhan asal-tujuan.
Melalui wawancara mendalam dan pengumpulan informasi dari pemangku kepentingan, kegiatan ini diarahkan untuk memperoleh gambaran yang lebih mutakhir mengenai pola arus barang antarwilayah, kendala logistik, serta data bongkar muat berdasarkan komoditas dari pelabuhan asal-tujuan.
Dalam pertemuan tersebut, General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal, memaparkan profil wilayah kerja, fasilitas dan layanan kepelabuhanan, perkembangan kinerja operasional, serta data trafik dan arus petikemas. Informasi tersebut menjadi konteks penting untuk memahami peran pelabuhan dalam mendukung konektivitas logistik di Sulawesi Tengah.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI saat mengunjungi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan, Sulawesi Tengah, Selasa (13/10/2026). FOTO: HUMAS PELINDO
Berdasarkan bahan pemaparan GM Pelindo Regional 4 Pantoloan, realisasi arus petikemas hingga September 2026 tercatat sebesar 91.342 TEUs, terdiri atas 86.873 TEUs petikemas domestik dan 4.469 TEUs petikemas internasional. Pada periode yang sama, arus petikemas reefer mencapai 2.393 TEUs, meningkat dibandingkan realisasi periode yang sama pada 2025 sebesar 1.792 TEUs.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai skala aktivitas petikemas yang ditangani di Pelabuhan Pantoloan, termasuk layanan petikemas berpendingin (Reeffer) yang digunakan untuk menjaga kondisi komoditas tertentu selama pengangkutan.
Selain petikemas, bahan pemaparan juga mencantumkan berbagai komoditas yang ditangani melalui layanan kepelabuhanan, antara lain kelapa, arang, biji cokelat, kopra, jagung, semen dalam kemasan maupun jumbo bag, serta aspal. Keberagaman komoditas tersebut memperlihatkan pentingnya pelabuhan sebagai bagian dari jaringan distribusi barang dan aktivitas perdagangan.
Mendukung Pemutakhiran Analisis Ekonomi Kewilayahan
Menurut Syifaa Tresnaningrum, S.T., M.Sc., Ketua Tim Bappenas RI, tabel IRIO merupakan instrumen analisis yang digunakan untuk melihat keterkaitan kegiatan ekonomi antarsektor dan antarwilayah. Pemutakhiran data diperlukan agar analisis pembangunan dapat mempertimbangkan perubahan struktur ekonomi, pola perdagangan, dan dinamika distribusi barang.
“Informasi dari pengelola pelabuhan dapat melengkapi sumber data lainnya untuk memahami pergerakan komoditas dan hubungan logistik antardaerah. Data operasional kepelabuhanan juga dapat menjadi bahan pendukung dalam mengidentifikasi aspek distribusi yang perlu diperhatikan dalam perencanaan Pembangunan,” ujar Syifaa Tresnaningrum.
Bagi Provinsi Sulawesi Tengah, pemahaman terhadap arus barang melalui Pelabuhan Pantoloan relevan untuk melihat keterhubungan wilayah dengan jaringan transportasi laut serta distribusi berbagai komoditas. Meski demikian, kontribusi dan keterkaitan ekonomi secara kuantitatif perlu ditetapkan melalui metodologi dan analisis yang digunakan dalam penyusunan IRIO.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI saat mengunjungi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan, Sulawesi Tengah, Selasa (13/10/2026). FOTO: HUMAS PELINDO
Pelindo Dukung Koordinasi dan Penyediaan Informasi
General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal, menyampaikan bahwa data kepelabuhanan dapat memberikan perspektif operasional mengenai pergerakan barang dan konektivitas logistik.
“Pelabuhan merupakan salah satu simpul penting dalam rantai logistik. Data aktivitas bongkar muat, jenis komoditas, dan pergerakan barang dapat memberikan gambaran mengenai dinamika distribusi serta keterhubungan kegiatan ekonomi antardaerah. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi penting agar perencanaan pembangunan didukung oleh informasi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Chaerur Rijal.
Ia menambahkan bahwa Pelindo mendukung koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam penyediaan informasi kepelabuhanan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, data dan informasi operasional Pelindo Regional 4 Pantoloan diharapkan dapat menjadi salah satu masukan dalam proses pengumpulan data survei IRIO 2026. Pemanfaatan data yang konsisten, disertai verifikasi dari berbagai sumber, menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas analisis ekonomi kewilayahan dan mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.
Keakuratan data, konsistensi pencatatan, serta keterhubungan informasi dari berbagai sumber menjadi faktor penting agar hasil analisis dapat menggambarkan kondisi perekonomian secara lebih menyeluruh.
Sekaligus pemutakhiran IRIO 2026 diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan serta mendukung kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan konektivitas antardaerah. (adv)
Apa Reaksimu?

