Upaya Pemprov Kendalikan Inflasi: Sulteng Gencarkan GPM di 12 Titik Lagi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan dengan kembali menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) bersubsidi yang menyasar sejumlah kabupaten dan kota hingga akhir tahun 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan dengan kembali menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) bersubsidi yang menyasar sejumlah kabupaten dan kota hingga akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Pangan Sulawesi Tengah, Rohani Mastura, mengungkapkan bahwa pelaksanaan GPM di tingkat provinsi telah sukses digelar sebanyak delapan kali. Untuk memastikan keterjangkauan daya beli masyarakat, program ini dipastikan berlanjut ke 12 titik wilayah baru di Sulteng.
“Pelaksanaan GPM di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ditargetkan bisa mencapai 20 kali sepanjang tahun 2026 ini,” ujar Rohani Mastura di Palu, Selasa (20/10/2026).
Rohani menjelaskan, akselerasi GPM ke belasan titik baru ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Terlebih, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang biasanya memicu lonjakan permintaan publik dan memicu fluktuasi harga bahan pangan di pasar.
Berdasarkan pemetaan dinas terkait, perluasan 12 titik GPM berikutnya akan mencakup lima lokasi strategis di Kota Palu. Selanjutnya, pasar murah ini juga segera menyambangi Kabupaten Sigi, Donggala, Morowali Utara, Morowali, hingga Parigi Moutong.
Untuk jadwal terdekat, GPM di Kabupaten Morowali Utara siap dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Sementara untuk Kabupaten Morowali direncanakan bergulir pada 5 Desember 2026, bertepatan dengan momentum hari ulang tahun daerah tersebut.
Melalui intervensi anggaran Pemprov, harga komoditas yang dijajakan pada gerakan ini dipastikan jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran karena adanya skema subsidi khusus pada komoditas pangan strategis.
Masyarakat dapat membeli berbagai bahan kebutuhan pokok harian mulai dari beras premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, ayam potong, hingga telur dengan harga yang sangat miring.
Melalui masifnya GPM di sisa tahun anggaran ini, Pemprov Sulteng optimistis ketersediaan pasokan pangan di pasaran tetap aman, harga pangan terkendali, dan daya beli masyarakat lapis bawah tetap terjaga dengan baik. (din/ant)
Apa Reaksimu?

