Cetak Rekor Sejarah, Bulog Poso Lampaui Target Pengadaan Beras di Tengah Surplus Nasional

Perum Bulog menorehkan tinta emas dalam sejarah ketahanan pangan nasional pada tahun 2026. Target pengadaan gabah dan beras nasional yang dipatok sebesar 4 juta ton setara beras berhasil dilampaui, sekaligus mencatatkan volume penyerapan tertinggi sepanjang berdirinya lembaga pangan tersebut.

Oktober 11, 2026 - 07:00
Cetak Rekor Sejarah, Bulog Poso Lampaui Target Pengadaan Beras di Tengah Surplus Nasional
Pimpinan Cabang Bulog Poso, Muhammad Chaidir Fitriawan. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Perum Bulog menorehkan tinta emas dalam sejarah ketahanan pangan nasional pada tahun 2026. Target pengadaan gabah dan beras nasional yang dipatok sebesar 4 juta ton setara beras berhasil dilampaui, sekaligus mencatatkan volume penyerapan tertinggi sepanjang berdirinya lembaga pangan tersebut.

Hingga Jumat, 9 Oktober 2026, realisasi penyerapan nasional telah menyentuh angka 4,11 juta ton setara beras atau setara dengan 102,88 persen dari target utama. Keberhasilan ini otomatis mendongkrak Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke posisi paripurna, yakni mencapai 4,5 juta ton—sebuah angka fantastis yang belum pernah tercapai di tahun-tahun sebelumnya.

Sinyal positif di tingkat pusat ini linier dengan performa impresif di tingkat daerah. Perum Bulog Kantor Cabang Poso turut menyumbang keberhasilan signifikan dengan mencatatkan realisasi pengadaan sebesar 107,77 persen dari target regional yang diamanatkan pada tahun 2026.

Pimpinan Cabang Bulog Poso, Muhammad Chaidir Fitriawan, menegaskan bahwa pencapaian melampaui target ini merupakan buah dari komitmen kerja keras seluruh insan Bulog di lapangan serta solidnya dukungan ekosistem pertanian dari hulu ke hilir.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, pemerintah daerah, para petani, penyuluh pertanian, serta mitra kerja yang terus bersinergi mendukung pengadaan beras domestik hingga target ini bisa terlampaui," ujar Chaidir, Jumat (9/10).

Menurut Chaidir, agresivitas penyerapan di tingkat hulu merupakan fondasi krusial bagi stabilitas ekonomi makro dan mikro. Ketika Bulog mampu menyerap hasil panen secara optimal, harga gabah di tingkat produsen (petani) dapat terjaga dari depresiasi. Di sisi lain, kuatnya stok di gudang memastikan pemerintah memiliki instrumen intervensi yang kokoh untuk melakukan stabilisasi harga di tingkat konsumen jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasar.

Meski target tahunan telah terpenuhi sebelum akhir tahun, Bulog Poso memastikan tidak akan mengendurkan intensitas penyerapan. Langkah mitigasi tetap berjalan demi menjaga momentum panen masyarakat.

“Bulog berkomitmen untuk terus melanjutkan penyerapan hasil panen petani hingga pengujung tahun 2026. Strategi kami ke depan adalah memperkuat jaringan pembelian langsung di sentra-sentra produksi, memastikan kesiapan sarana penyimpanan (gudang), serta melakukan percepatan pengadaan saat masa panen tiba demi menjaga kedaulatan pangan nasional,” pungkas Chaidir.

Dengan amunisi stok yang melimpah ini, Perum Bulog tidak hanya berhasil menjalankan peran sebagai penyangga hasil panen petani, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan ketahanan nasional di tengah ketidakpastian iklim global.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow