Gelar BRUS di SMAN 1 Poso Pesisir Utara, PD IPARI Poso Tangkal Pernikahan Dini dan Rawat Toleransi
Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Hindu (IPARI) Kabupaten Poso mengambil langkah progresif dalam membentengi generasi muda dari dampak sosial pernikahan usia dini sekaligus memperkokoh fondasi toleransi. Langkah konkret ini diwujudkan melalui program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di SMAN 1 Poso Pesisir Utara, Desa Tambarana, Sabtu (17/10/2026).
POSO, METROSULAWESI.NET - Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Hindu (IPARI) Kabupaten Poso mengambil langkah progresif dalam membentengi generasi muda dari dampak sosial pernikahan usia dini sekaligus memperkokoh fondasi toleransi. Langkah konkret ini diwujudkan melalui program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di SMAN 1 Poso Pesisir Utara, Desa Tambarana, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi biasa, melainkan wadah strategis untuk menyuntikkan pemahaman mendalam kepada para siswa mengenai pentingnya merawat kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekolah dan masyarakat. Selain itu, ancaman nyata pernikahan dini yang kerap mengintai usia remaja juga menjadi sorotan utama dalam bimbingan tersebut.
Ada yang unik dan istimewa dalam pelaksanaan BRUS kali ini. Menunjukkan komitmen kebersamaan yang nyata, PD IPARI Kabupaten Poso menghadirkan tiga pemateri lintas agama sekaligus untuk berbicara di depan ratusan siswa. Mereka adalah I Nyoman Karman (Penyuluh Agama Hindu), Asriani (Penyuluh Agama Islam), dan Velmin (Penyuluh Agama Kristen).
Kehadiran ketiga tokoh penyuluh ini menjadi simbol hidup dari indahnya keberagaman yang harmonis di Kabupaten Poso. Secara bergantian, mereka memaparkan materi dengan pendekatan yang hangat dan relevan bagi dunia remaja. Para pemateri menekankan bahwa membangun semangat toleransi harus dimulai sejak dini dan lingkungan sekolah merupakan laboratorium terbaik untuk mempraktikkannya.
Tak kalah krusial, sesi edukasi juga mengupas tuntas mengenai dampak buruk pernikahan dini. Para siswa diingatkan secara tegas agar menjauhi langkah tersebut. Pernikahan di usia yang terlalu muda dinilai menjadi salah satu faktor utama putusnya keberlanjutan pendidikan anak, yang pada akhirnya dapat mengubur cita-cita serta menghambat masa depan emas mereka. Remaja diajak untuk lebih fokus mengejar prestasi dan memaksimalkan potensi diri.
Inisiatif jemput bola dari para penyuluh ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Poso Pesisir Utara, yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan berharga ini. Menurut pihak sekolah, materi penguatan karakter seperti ini sangat dibutuhkan oleh para siswa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman.
Sepanjang kegiatan, suasana di dalam ruangan berlangsung dengan sangat lancar, tertib, dan hidup. Pola penyampaian yang interaktif membuat para siswa tampak begitu antusias. Mereka tidak ragu untuk bertanya dan terlibat aktif dalam sesi diskusi bersama para penyuluh, menjadikan program BRUS ini sebagai ruang dialog yang mencerahkan bagi masa depan generasi muda di Poso Pesisir Utara.
Pewarta: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

