Kualitas Udara Memburuk, Wali Kota Palu Instruksikan Warga Pakai Masker dan Bersiap Sekolah Daring
Merespons rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait penurunan kualitas udara di Kota Palu, Wali Kota H. Hadianto Rasyid bergerak cepat. Hadianto menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan memperkuat langkah penyelamatan kesehatan warga.
PALU, METROSULAWESI.NET - Merespons rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait penurunan kualitas udara di Kota Palu, Wali Kota H. Hadianto Rasyid bergerak cepat. Hadianto menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan memperkuat langkah penyelamatan kesehatan warga.
Arahan tegas ini disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi darurat di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Sabtu (17/10/2026), yang dihadiri Sekda Irmayanti Pettalolo beserta para camat dan kepala dinas terkait.
Sebagai langkah taktis awal, Pemerintah Kota Palu menerbitkan imbauan wajib memakai masker bagi seluruh masyarakat yang beraktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan.
"BPBD akan terus memantau kondisi di lapangan. Berdasarkan data BMKG mengenai kondisi udara saat ini, Pemkot Palu mengimbau keras seluruh masyarakat untuk mengenakan masker dalam beraktivitas," tegas Hadianto.
Guna memastikan imbauan ini berjalan konkret, Pemkot Palu akan menerbitkan surat edaran resmi pada Senin (19/10/2026) esok. Aturan ini mewajibkan setiap perkantoran menyediakan masker gratis, baik bagi para pegawai maupun masyarakat yang datang berkunjung.
Bukan hanya klaster perkantoran, nasib anak sekolah juga menjadi perhatian krusial. Hadianto memerintahkan Dinas Pendidikan untuk terus mengevaluasi dampak polusi udara terhadap kesehatan peserta didik. Jika parameter udara menyentuh zona merah atau kian mengkhawatirkan, opsi meliburkan sekolah tatap muka dan beralih ke sistem daring (online) siap diberlakukan.
"Kita pantau ketat efeknya pada anak-anak sekolah. Jika situasi memburuk, kita tidak akan ragu mengambil langkah untuk mengalihkan proses belajar mengajar secara daring demi keselamatan mereka," jelasnya.
Di sisi lain, untuk mencegah pemburukan kualitas udara akibat faktor lokal, Wali Kota menginstruksikan para camat, lurah, hingga satgas lapangan memperketat pengawasan lingkungan. Warga dilarang keras membakar sampah di area terbuka karena dapat memicu kebakaran lahan yang memperparah kabut asap.
Hadianto mengapresiasi kesadaran mayoritas warga Palu yang merespons cepat imbauan pemerintah, meski petugas di lapangan masih menemukan beberapa pelanggaran minor.
Menutup arahannya, ia meminta masyarakat proaktif melaporkan kondisi kualitas udara atau titik api di wilayah masing-masing ke posko satgas, lurah, atau camat terdekat agar intervensi medis dan sektoral bisa segera diterjunkan.
"Informasi tidak harus langsung ke saya. Sampaikan lewat camat atau lurah, insyaallah laporan tersebut langsung kami eksekusi dan lakukan intervensi di lapangan," pungkas Hadianto. (din/*)
Apa Reaksimu?

