Jelang Lebaran Idul Fitri, Penumpang Bandara Mutiara Sis Aljufri Capai 2.000 Orang per Hari

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu tercatat mencapai sekitar 1.800 hingga 2.000 orang per hari untuk keberangkatan. Meski demikian, hingga saat ini pihak bandara belum menerima permohonan penerbangan tambahan atau extra flight dari maskapai yang beroperasi.

Mar 18, 2026 - 08:00
 0
Jelang Lebaran Idul Fitri, Penumpang Bandara Mutiara Sis Aljufri Capai 2.000 Orang per Hari
Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri, Prasetiyohadi. (Foto: M. Sidik/ RRI Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu tercatat mencapai sekitar 1.800 hingga 2.000 orang per hari untuk keberangkatan. Meski demikian, hingga saat ini pihak bandara belum menerima permohonan penerbangan tambahan atau extra flight dari maskapai yang beroperasi.

Kepala Bandar Udara Mutiara Sisi Aljufri, Prasetiyohadi, mengatakan pergerakan penumpang masih bersifat fluktuatif dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

“Prediksi biasanya di H-3 berdasarkan data tahun lalu, tapi sampai saat ini belum ada penambahan penerbangan,” ujarnya saat diwawancarai di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di Palu, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, puncak arus mudik melalui jalur udara diperkirakan terjadi tiga hari sebelum Lebaran atau H-3, mengikuti pola pergerakan penumpang pada tahun sebelumnya. Meski demikian, pihak bandara tetap memperketat pengawasan terhadap standar pelayanan dan keamanan di terminal.

Selain memantau pergerakan penumpang, pihak bandara juga mengimbau para pemudik yang menggunakan transportasi udara untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Penumpang diminta lebih berhati-hati terhadap barang bawaan serta mewaspadai berbagai modus kejahatan yang mungkin terjadi, baik di area terminal maupun di dalam pesawat.

“Kami imbau masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada, karena modus kejahatan itu tidak hanya terjadi di luar tetapi juga bisa di dalam pesawat,” katanya.

Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat dapat menjalankan tradisi pulang kampung dengan aman dan nyaman tanpa mengalami kendala administratif maupun tindak kriminalitas. Koordinasi antarpetugas keamanan bandara juga terus ditingkatkan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama periode mudik berlangsung.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri juga telah mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026. Posko ini dibentuk melalui kolaborasi berbagai instansi guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi udara di Sulawesi Tengah.

Prasetiyohadi mengatakan posko tersebut mulai beroperasi sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Sejumlah instansi yang terlibat di antaranya AirNav Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, kepolisian sektor bandara, Badan Karantina Kesehatan, serta Balai Spektrum Frekuensi.

“Dapat saya laporkan bahwa untuk kesiapan menghadapi angkutan Lebaran ini kami sudah melaksanakan posko mulai tanggal 13 Maret,” ujarnya.(ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow