Lawan El Nino, Kawatuna Sukses Panen Perdana Tomat Palu Mapan

Program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan) melalui gerakan Palu Menanam yang digagas Pemerintah Kota Palu kembali menorehkan hasil positif. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin langsung panen perdana komoditas tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Oktober 8, 2026 - 08:30
Oktober 7, 2026 - 13:39
Lawan El Nino, Kawatuna Sukses Panen Perdana Tomat Palu Mapan
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin langsung panen perdana komoditas tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore pada Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Diskominfo Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan) melalui gerakan Palu Menanam yang digagas Pemerintah Kota Palu kembali menorehkan hasil positif. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin langsung panen perdana komoditas tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Panen ini merupakan bagian dari Program Kelurahan Menanam sebagai langkah strategis Pemkot Palu untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga ketersediaan bahan pokok, sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Menariknya, komoditas tomat ini berhasil tumbuh dengan kualitas prima meski sektor pertanian setempat sedang dikepung tantangan iklim akibat fenomena El Nino.

Imelda menjelaskan bahwa bibit tomat tersebut mulai ditanam pada Agustus 2026. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, lahan pertanian tersebut sudah memasuki masa panen komersial.

“Saat ini kita berada di lahan Program Palu Mapan Kawatuna. Ini merupakan panen pertama dari yang awal kita tanam pada Agustus lalu. Dua bulan setelahnya, alhamdulillah hari ini bisa kita panen,” ujar Imelda di lokasi.

Ia menilai, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa tantangan perubahan iklim ekstrem tidak boleh menyurutkan semangat memproduksi pangan. Menurutnya, pemerintah dan kelompok tani harus terus beradaptasi dan menelurkan inovasi.

“Menghadapi El Nino kita tidak boleh menyerah karena fenomena itu sesuatu yang pasti terjadi. Kita harus tetap semangat dan terus berupaya. Hasil panen hari ini adalah buktinya,” tuturnya.

Selain volume produksi, Imelda juga mengapresiasi kualitas tomat yang dihasilkan. Karakteristik wilayah Kawatuna yang berada di dataran tinggi memberikan keuntungan tersendiri bagi daya simpan buah. Kualitas tomat Kawatuna dinilai lebih solid dan tidak mudah membusuk sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik di tingkat pedagang.

Saat ini, Program Palu Mapan telah menyasar sembilan kelurahan. Masing-masing kelurahan mengoptimalkan lahan sekitar satu hektare untuk budi daya berbagai komoditas pangan yang disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.

Khusus untuk hasil panen dari Kawatuna, pasokan tomat akan langsung diarahkan untuk menyuplai Pasar Masomba. Strategi memotong rantai pasok ini sengaja diambil pemerintah untuk memangkas margin harga logistik sekaligus menjamin ketersediaan stok di pasar ritel utama.

Keberadaan produksi pangan lokal ini dinilai sangat krusial, terutama menjelang akhir tahun. Pemkot Palu mengidentifikasi periode November dan Desember sebagai fase rawan inflasi akibat lonjakan permintaan masyarakat menyambut momen libur akhir tahun.

“Bulan November dan Desember itu biasanya rawan inflasi. Dengan berjalannya Program Palu Mapan yang terus kita kawal ini, kita optimis bisa menekan dan menjaga angka inflasi tetap stabil ke depan,” urai Wakil Wali Kota.

Ia menegaskan, gerakan ini tidak akan mandek pada komoditas tomat saja. Pemkot Palu tengah menyiapkan jadwal panen raya untuk komoditas pangan lainnya di delapan titik kelurahan tersisa.

Kegiatan panen perdana ini turut dihadiri oleh Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Moh. Fahri, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, penyuluh pertanian lapangan, serta jajaran camat dan lurah setempat. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow