Pemkot Palu Buka Rahasia Dongkrak Ekonomi Mikro
Pemerintah Kota Palu menggelar acara Gala Dinner sebagai bagian dari rangkaian kegiatan The 4th Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) 2026 di Aula Taipa Beach, Kota Palu, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Forum internasional ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan kalangan akademisi, peneliti, praktisi, perbankan, hingga birokrat untuk merumuskan arah transformasi ekonomi di tengah dinamisnya perubahan global.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kota Palu menggelar acara Gala Dinner sebagai bagian dari rangkaian kegiatan The 4th Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) 2026 di Aula Taipa Beach, Kota Palu, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Forum internasional ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan kalangan akademisi, peneliti, praktisi, perbankan, hingga birokrat untuk merumuskan arah transformasi ekonomi di tengah dinamisnya perubahan global.
Hadir mewakili Wali Kota Palu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu, Rahmad Mustafa. Dalam sambutannya, Rahmad menyampaikan apresiasi yang mendalam sekaligus komitmen penuh pemerintah daerah untuk terus mendukung agenda kemitraan strategis semacam ini.
"Atas nama Pemerintah Kota Palu, kami merasa bahagia dapat berpartisipasi dan berkolaborasi bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad)," ujar Rahmad.
Rahmad menjelaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi sangat signifikan dalam mengawal berbagai program pembangunan daerah. Kerja sama ini dinilai krusial mengingat Kota Palu masih menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama dalam tata kelola lingkungan serta perluasan akselerasi pertumbuhan ekonomi regional.
Poin utama strategi pemulihan dan penguatan ekonomi yang dipaparkan Pemkot Palu meliputi: Membuka kawasan ekonomi baru yang inklusif agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat memperluas pasar, dan memanfaatkan infrastruktur kota sebagai pusat perputaran roda ekonomi masyarakat.
Keberhasilan pemanfaatan ruang publik ini dibuktikan melalui kesuksesan gelaran Car Free Night dalam rangka HUT ke-48 Kota Palu belum lama ini. Pemerintah Kota Palu mencatat, perputaran uang selama empat malam pelaksanaan acara tersebut menembus angka Rp2,2 miliar lebih.
Realisasi ini menjadi salah satu indikator kuat mengapa performa ekonomi makro di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini tampil impresif.
"Pertumbuhan ekonomi Kota Palu saat ini berada di atas rata-rata nasional. Tentu pencapaian ini bukan hanya kerja sepihak dari pemerintah, melainkan buah dari kolaborasi erat bersama FEB Untad dan seluruh pemangku kepentingan," tutur Rahmad.
Melalui forum ilmiah internasional TICEB 2026, Pemkot Palu berharap lahirnya berbagai gagasan segar serta penguatan jejaring multisektoral. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan perbankan diharapkan mampu menciptakan formula terbaik dalam menghadapi ketidakpastian tantangan ekonomi global di masa depan. (din/*)
Apa Reaksimu?

