Mahasiswa UMP Palu Dilatih Atur Keuangan

Memasuki dunia perkuliahan dan mempersiapkan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa saat ini dituntut memiliki keterampilan mengelola keuangan pribadi agar mampu menentukan prioritas pengeluaran, membangun tabungan, serta mempersiapkan tujuan finansial jangka panjang.

Oktober 17, 2026 - 05:30
Mahasiswa UMP Palu Dilatih Atur Keuangan
Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Palu (HIMABISDIG FEB UMP) menggelar program bertajuk Bootcamp 120 di Hannah Homestay, Palu, pada Rabu (14/10/2026) sore. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Memasuki dunia perkuliahan dan mempersiapkan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa saat ini dituntut memiliki keterampilan mengelola keuangan pribadi agar mampu menentukan prioritas pengeluaran, membangun tabungan, serta mempersiapkan tujuan finansial jangka panjang.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Palu (HIMABISDIG FEB UMP) menggelar program bertajuk Bootcamp 120. Kegiatan edukasi yang mengusung tema “Perencanaan Keuangan Pribadi bagi Mahasiswa” ini dilaksanakan di Hannah Homestay, Palu, pada Rabu (14/10/2026) sore.

Acara ini menghadirkan dua pakar sebagai pemateri, yakni Ilan Dwi Oktaviani, AWPS, dan Moh. Abd Azis. Keduanya fokus memberikan pembekalan mengenai pembentukan kebiasaan finansial yang sehat, mandiri, dan produktif di kalangan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Ilan Dwi Oktaviani menekankan pentingnya mengubah pola pikir mahasiswa terhadap uang sejak dini.

"Banyak mahasiswa berpikir bahwa merencanakan keuangan baru bisa dilakukan kalau sudah punya gaji besar. Padahal, manajemen finansial itu adalah keterampilan praktis yang harus dimulai dari nominal sekecil apa pun, seperti mengelola uang saku bulanan. Kuncinya ada pada kedisiplinan membedakan mana kebutuhan mendesak dan mana yang sekadar keinginan," ujar Ilan di sela-sela materi.

Melalui program Bootcamp 120 ini, para peserta diajak langsung untuk memetakan sumber pemasukan, mengenali pola pengeluaran harian, dan menetapkan target keuangan berdasarkan kemampuan masing-masing. Bagi mahasiswa, implementasi konkretnya dapat dimulai dari pengelolaan uang saku, biaya transportasi, konsumsi perkuliahan, hingga penyediaan dana mandiri untuk pelatihan, sertifikasi, serta pengembangan kompetensi.

Kolaborasi ini pun disambut baik oleh pihak HIMABISDIG FEB UMP. Perwakilan mahasiswa sekaligus pihak penyelenggara, Moh. Abd Azis, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa di luar jam kuliah formal.

"Kami menyadari tanpa perencanaan yang tepat, pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali tanpa sadar bisa membuat uang saku cepat habis. Bootcamp ini sangat membantu kami, mahasiswa bisnis digital, untuk tidak hanya melek teknologi tetapi juga cerdas secara finansial untuk investasi masa depan," ungkap Azis.

Materi bootcamp ini secara mendalam menegaskan kembali bahwa kecerdasan finansial tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar uang yang dimiliki saat ini, melainkan pada komitmen seseorang dalam mengelola serta mengalokasikan dana demi mencapai tujuan hidup yang lebih besar. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow