Perempuan PGRI Sulteng Konsolidasi dan Asah Program Strategis di Poso

Pengurus Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bergerak memperkuat akar organisasinya. Langkah ini diambil melalui safari konsolidasi intensif yang kini menyasar wilayah kabupaten dan kota, dengan fokus terbaru di Kabupaten Poso untuk memastikan mesin organisasi berjalan optimal menghadapi tantangan pendidikan modern.

Oktober 13, 2026 - 08:00
Perempuan PGRI Sulteng Konsolidasi dan Asah Program Strategis di Poso
Pengurus Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bergerak memperkuat akar organisasinya di Poso. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Pengurus Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bergerak memperkuat akar organisasinya. Langkah ini diambil melalui safari konsolidasi intensif yang kini menyasar wilayah kabupaten dan kota, dengan fokus terbaru di Kabupaten Poso untuk memastikan mesin organisasi berjalan optimal menghadapi tantangan pendidikan modern.

Konsolidasi di Bumi Sintuwu Maroso ini ditandai dengan pertemuan tatap muka dan silaturahmi antara pengurus provinsi dengan jajaran Perempuan PGRI Kabupaten Poso. Agenda strategis ini membedah proyeksi program kerja tahun 2026 sekaligus mematangkan persiapan pengukuhan resmi kepengurusan Perempuan PGRI Kabupaten Poso.

Ketua Perempuan PGRI Sulteng, Nurhayati Nadra, menegaskan bahwa kekuatan organisasi profesi ini terletak pada solidnya jaringan hingga ke tingkat daerah. Program-program berskala nasional tidak boleh hanya menjadi catatan di atas kertas, melainkan harus ditransformasikan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi para pendidik di daerah.

"Program kerja yang baik harus menjadi kompas bagi pengurus. Kami ingin memastikan setiap program diterjemahkan ke dalam kegiatan nyata di daerah dengan tujuan yang jelas, serta mekanisme pelaksanaan yang terarah dan terukur," ujar Nurhayati di Poso.

Dalam diskusi mendalam bersama pengurus lokal, konsolidasi kali ini tidak sekadar membahas aspek administratif, melainkan juga memetakan tantangan riil guru perempuan di Sulawesi Tengah. Nurhayati menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus diadopsi dalam program kerja daerah. Yakni: Mendorong guru perempuan untuk adaptif terhadap transformasi digital dan kurikulum baru; Memastikan adanya ruang aman bagi pendidik perempuan dalam menjalankan tugas profesionalnya; Dan menyiapkan kader-kader perempuan PGRI untuk aktif mengambil peran strategis di dunia pendidikan.

Menyadari luasnya geografis Sulawesi Tengah, Nurhayati menekankan bahwa kunci keberhasilan program terletak pada sinergi lintas tingkat, bukan kerja individu. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus di Poso untuk menanggalkan ego sektoral dan mulai membangun kolaborasi yang solid.

“Keberhasilan kita tidak hanya bergantung pada perencanaan yang megah, tetapi pada komitmen, kerja sama, dan keterlibatan aktif seluruh pengurus. Kita berharap tumbuh kesadaran bersama untuk memajukan Perempuan PGRI, terutama di tingkat kabupaten dan kota,” pungkasnya.

Melalui penguatan struktur di Kabupaten Poso ini, Perempuan PGRI Sulteng optimistis dapat membangun pondasi organisasi yang lebih mandiri dan responsif, sehingga mampu melahirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow