Polres Donggala Integrasikan Program P4GN untuk Proteksi Pelajar dari Narkoba
Polres Donggala berkomitmen memperkuat edukasi dan pembinaan karakter remaja demi mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar [13/10/2026]. Langkah strategis ini ditempuh dengan mengintegrasikan Gerakan Siswa Cinta Masjid (GSCM) bersama program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Polres Donggala berkomitmen memperkuat edukasi dan pembinaan karakter remaja demi mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar [13/10/2026]. Langkah strategis ini ditempuh dengan mengintegrasikan Gerakan Siswa Cinta Masjid (GSCM) bersama program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kasat Binmas Polres Donggala, Iptu Hizbullah, dalam Rapat Koordinasi Percepatan dan Optimalisasi Pelaksanaan GSCM Terintegrasi P4GN yang berlangsung di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, pada Senin (12/10) kemarin.
"Pencegahan narkoba perlu dilakukan melalui edukasi dan pembinaan sejak dini, terutama kepada generasi muda yang merupakan calon pemimpin masa depan," ujar Iptu Hizbullah.
Mantan Kasi Humas Polres Donggala ini menjelaskan bahwa tindakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika harus berjalan seimbang dengan langkah preventif (pencegahan). Hal ini krusial agar para pelajar memahami dampak buruk narkoba serta mampu membentengi diri dari pengaruh lingkungan yang negatif. Menurutnya, upaya pemberantasan di lapangan memang penting, tetapi belum menyelesaikan seluruh akar permasalahan.
"Yang perlu kita kedepankan adalah bagaimana mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak kita, agar jangan sampai terpapar narkoba," tambahnya.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Polres Donggala melalui Satuan Binmas akan mengerahkan personel untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan secara langsung mengenai bahaya narkotika kepada para pelajar. Hizbullah meyakini bahwa kegiatan keagamaan berbasis masjid dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk membentuk karakter remaja, asalkan program tersebut berjalan secara konsisten dan disisipi dengan edukasi antinarkoba.
Guna memaksimalkan hasil di lapangan, program kolaboratif ini direncanakan akan melibatkan lintas sektor secara masif. Mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), satuan pendidikan, pengurus masjid, hingga lingkungan keluarga dan masyarakat luas demi mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba.
Pewarta: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

