Sulteng Targetkan 5.000 Petani Milenial Baru
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penambahan 5.000 petani milenial baru hingga tahun 2029, dengan sasaran 1.000 orang per tahun. Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Program Petani Milenial periode 2025–2029 sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penambahan 5.000 petani milenial baru hingga tahun 2029, dengan sasaran 1.000 orang per tahun. Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Program Petani Milenial periode 2025–2029 sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.
Berdasarkan data Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini terdapat sekitar 123.014 petani milenial di Sulawesi Tengah. Angka tersebut mencakup 26,89 persen dari total 457.492 petani di seluruh wilayah provinsi. Kendati potensinya cukup besar, sektor ini dinilai masih menghadapi tantangan berat mulai dari lambatnya regenerasi, keterbatasan akses pasar dan permodalan, hingga belum optimalnya pemanfaatan alat pertanian modern serta teknologi digital.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Saleh menyatakan bahwa pengembangan petani milenial membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus selaras dengan kesiapan petani di tingkat usaha, yang mencakup aspek dukungan produksi, akses pasar, dan penguatan kelembagaan demi menjamin keberlanjutan usaha secara bertahap.
Perspektif tersebut diperkuat oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah, Ruslan Boy. Ia menyoroti pentingnya mengintegrasikan penerapan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan kesiapan sumber daya manusia, kelembagaan yang kuat, serta model bisnis yang matang.
Melalui pendekatan ini, program regenerasi pertanian di Sulawesi Tengah diharapkan tidak sekadar menambah jumlah pelaku di lapangan. Lebih dari itu, para petani muda ini disiapkan untuk memiliki keterampilan teknis produksi sekaligus menguasai manajemen usaha, pemasaran, dan pengelolaan keuangan agar aktivitas pertanian bertransformasi menjadi bisnis produktif yang bernilai tambah tinggi. (din/*)
Apa Reaksimu?

