Jaring Diplomasi Yang Teruji di Selat Hormuz

Oleh Aditya Ramadhan

Oktober 19, 2026 - 11:35
Jaring Diplomasi Yang Teruji di Selat Hormuz
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi (kiri) usai menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar/am.

Jakarta, 19/10 (ANTARA) - Medio April 2026, Presiden Prabowo Subianto duduk berhadapan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow. Pokok pembicaraan keduanya jauh dari basa-basi protokoler, yakni minyak mentah dan elpiji.

Sejak Maret, Selat Hormuz tertutup oleh kecamuk perang di Timur Tengah. Akibatnya, Indonesia kehilangan akses atas seperlima pasokan minyak mentah dan LPG. Pertemuan di Kremlin berujung pada peningkatan kerja sama pasokan energi jangka panjang, termasuk cadangan minyak mentah dan LPG. Sehari berselang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah menemui Menteri Energi Rusia untuk merinci tindak lanjutnya.

Secara umum, lawatan itu layak disebut sebagai manuver taktis di saat genting, di mana harga minyak dunia melonjak lantaran pasokan yang berkurang. Apabila ditarik ke belakang, ia lebih sesuai dipahami sebagai buah dari pekerjaan yang jauh lebih panjang.

Lawatan-lawatan Presiden Prabowo ke berbagai negara di 23 bulan masa pemerintahannya tidak berdiri sendiri. Masing-masing adalah simpul dan mutu sebuah jaring justru teruji ketika salah satu helainya putus. Dengan kacamata itu dua tahun langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka paling jernih ditakar, yakni sebagai kerja menganyam jaring.

 Merajut simpul

Simpul pertama terikat pada awal 2025. Tanggal 6 Januari, Indonesia resmi diterima sebagai anggota penuh BRICS. Prabowo melakoni debutnya di KTT Rio de Janeiro pada Juli 2025. Ia kembali hadir di KTT ke-18 di New Delhi pada September 2026 dengan membawa pesan perihal kemandirian pangan dan energi.

Keanggotaan itu sempat memantik tanya apakah Indonesia tengah berpaling dari Barat. Jawabannya tiba lewat meja perundingan. Pada 23 September 2025 di Bali, Indonesia dan Uni Eropa meneken penyelesaian substansial IEU-CEPA, setelah hampir satu dasawarsa berunding. Kelak, 80 persen ekspor Indonesia ke Eropa menikmati bea masuk nol persen, dengan target pemberlakuan pada 1 Januari 2027.

Lima bulan kemudian, tepatnya 19 Februari 2026, Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membubuhkan tanda tangan pada perjanjian dagang timbal balik di Washington. Tarif resiprokal yang semula 32 persen susut menjadi 19 persen. Sementara itu, 1.819 pos produk, dari sawit, kopi, kakao, hingga karet, memperoleh tarif nol.

Simpul ekonomi lain menyusul. Inggris menjanjikan investasi 4 miliar poundsterling pada Januari 2026. Pelaku usaha Indonesia dan Jepang menyepakati kerja sama senilai 22,6 miliar dolar AS pada akhir Maret. Prancis menambah kesepakatan komersial 3,5 miliar dolar AS pada Mei.

Hanya segelintir negara yang dapat duduk di meja BRICS sambil memegang perjanjian dagang dengan Brussels dan Washington sekaligus. Politik luar negeri bebas aktif Indonesia menemukan wujud kiwarinya. Indonesia tidak memilih kubu, tapi memperbanyak pintu.

Ketika Hormuz tersumbat, kesepakatan energi dengan AS berat dijalankan dalam waktu singkat lantaran kendala logistik. Simpul Rusia lalu menambal celah itu. Satu helai kendur, helai lain menahan beban.

 Simpul kemanusiaan

Jaring yang sama dipakai pula untuk menopang perkara yang sejak era Bung Karno menjadi konstanta politik luar negeri Indonesia, yaitu Palestina. Pada 23 September 2025, Prabowo berbicara di urutan ketiga Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Di podium itu ia menegaskan dukungan bagi kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

Komitmen itu menemukan mitra sepadan ketika Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada 10-11 Oktober 2026. Di Istana Merdeka, kedua pemimpin mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel dan menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina.

Keduanya juga bersepakat melanjutkan bantuan kemanusiaan serta mendukung pemulihan dan rekonstruksi Gaza. Pertemuan itu turut menghasilkan nota kesepahaman soal visa, statistik, dan perikanan, ditambah rencana peningkatan kemitraan strategis.

Bobot kemitraan ini bersumber dari geografi. Mesir berbatasan langsung dengan Gaza melalui pintu Rafah, dan stabilitas wilayah itu bertaut erat dengan keamanan nasional Kairo.

Bagi Indonesia, bersekutu dengan negara di bibir Gaza berarti solidaritas yang selama ini lantang di forum internasional memperoleh pijakan yang lebih dekat ke lapangan.

 Kukuh di rumah

Jaring yang terentang jauh memerlukan tiang pancang yang kukuh di rumah sendiri. Peran itu dipikul Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Setiap kali Presiden melawat, kendali pemerintahan sehari-hari beralih kepadanya. Pola ini berlaku sejak Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden pada 8 November 2024, pada lawatan perdana Prabowo ke lima negara.

Gibran juga mengemban satu penugasan di panggung global. Pada 22-23 November 2025, ia mewakili Presiden di KTT G20 Johannesburg, Afrika Selatan. Isu yang ia bawa ke sana adalah isu yang ia telisik di daerah, yakni ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan ketangguhan menghadapi bencana. Ia juga membahas kecerdasan artifisial dan mineral kritis. Sepulangnya, ia langsung melaporkan hasil forum itu kepada Presiden di Istana Merdeka.

Pembagian kerja tersebut menjelaskan mengapa diplomasi dua tahun ini mampu bergerak lincah. Satu pihak menganyam simpul di mancanegara. Pihak lain memastikan program yang ditawarkan kepada dunia sungguh berjalan di dalam negeri.

Pekerjaan berikutnya tidak lebih ringan. IEU-CEPA masih menanti ratifikasi dan regulasi turunan sebelum berlaku pada 2027. Sejumlah kalangan menyoroti jarak antara nilai nota kesepahaman yang diteken di luar negeri dan realisasi modal yang benar-benar masuk.

Catatan itu sekaligus menggariskan tugas tahun ketiga, yaitu mengubah simpul menjadi aliran barang, modal, dan lapangan kerja yang betul-betul tampak dan dirasakan bagi rakyat. (antara)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow