KM Dorolonda Bersandar 31 Oktober, Bupati Vera Siapkan Penyambutan Khusus di Pelabuhan Donggala
Pemerintah Kabupaten Donggala antusias menyambut bersandarnya armada kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), KM Dorolonda, di Pelabuhan Donggala yang dijadwalkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 mendatang. Kehadiran kapal penumpang berkapasitas besar ini dinilai menjadi momentum penting bagi kebangkitan konektivitas laut dan perekonomian di wilayah Kabupaten Donggala.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kabupaten Donggala antusias menyambut bersandarnya armada kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), KM Dorolonda, di Pelabuhan Donggala yang dijadwalkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 mendatang. Kehadiran kapal penumpang berkapasitas besar ini dinilai menjadi momentum penting bagi kebangkitan konektivitas laut dan perekonomian di wilayah Kabupaten Donggala.
Keseriusan pemda dalam mempersiapkan penyambutan ini terlihat dari rapat koordinasi intensif yang dipimpin langsung oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni. Rapat yang berlangsung di ruang kerja Bupati tersebut dihadiri oleh pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Wakil Ketua I DPRD Donggala Kelvin, Wakil Ketua Komisi 3 Arman, perwakilan PT Pelni Cristian Moreis Nainggolan, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Plt Kepala Dinas Perhubungan, Polres Donggala, Kejaksaan Negeri, Komandan Pos TNI AL (Danposal), hingga Komandan Rayon Militer (Danramil).
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Donggala menyepakati untuk menggelar seremoni resmi guna menyambut kedatangan perdana kapal tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas perluasan rute pelayaran Pelni yang kini menjangkau Pelabuhan Donggala.
“Kehadiran Kapal Pelni ini adalah rahmat yang luar biasa untuk Kabupaten Donggala. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mempersiapkan seremoni penyambutan yang berkesan saat kapal bersandar nanti,” ujar Bupati Vera Elena Laruni di hadapan para tamu undangan yang hadir.
Selain mematangkan agenda seremoni penyambutan, rapat koordinasi tersebut juga berfokus pada kesiapan infrastruktur pendukung di area pelabuhan. Pengondisian fasilitas umum, kenyamanan penumpang, hingga skema pengamanan di area Pelabuhan Donggala menjadi poin krusial yang dibahas bersama aparat keamanan dan otoritas pelabuhan.
Guna mempermantap segala persiapan yang ada, Pemerintah Kabupaten Donggala menjadwalkan rapat finalisasi kedua yang akan digelar pada Rabu, 21 Oktober 2026 mendatang.
“Terhitung dari hari ini, waktu persiapan kita tinggal 10 hari lagi. Jadi, kami akan menggelar rapat lanjutan pada Rabu, 21 Oktober untuk mempermantap seluruh persiapan teknis, termasuk memastikan kesiapan fasilitas umum dan pengamanan ketat di area pelabuhan,” sebut Asisten I Setda Donggala, Moh Yusuf.
Di sisi lain, Perwakilan PT Pelni, Cristian Moreis Nainggolan, menjelaskan bahwa KM Dorolonda merupakan kapal penumpang berkapasitas sekitar 2.000 orang. Berdasarkan jadwal resmi, kapal tersebut akan bersandar di Pelabuhan Donggala sebanyak dua kali dalam satu bulan.
“KM Dorolonda dijadwalkan bersandar perdana di Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober mendatang sekitar pukul 06.00 WITA. Untuk bulan ini dan bulan depan, kapal akan singgah dua kali di Donggala, yaitu pada tanggal 31 Oktober dan tanggal 10 November,” jelas Cristian.
Ia juga memaparkan detail rute pelayaran yang akan ditempuh oleh armada ini. Pada rute awal, KM Dorolonda akan berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan, kemudian bersandar di Donggala. Dari Donggala, kapal melanjutkan perjalanan ke Bitung, Ternate, hingga ke wilayah Papua.
Setelah menyelesaikan rute terjauh, kapal akan berbalik arah dari Bitung menuju Donggala pada tanggal 10 November 2026, sebelum akhirnya kembali berlayar menuju Balikpapan dan Surabaya. Melalui rute strategis ini, Pelabuhan Donggala diharapkan dapat kembali menjadi pusat mobilisasi masyarakat dan distribusi logistik di Sulawesi Tengah.
Pewarta: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

