PLN Tambah Kapasitas Listrik 50 MW Jalur Sidera-Palu
PT PLN (Persero) memperkuat sistem kelistrikan jalur Sidera–Palu melalui proyek penambahan kapasitas listrik sebesar 50 Megawatt (MW) yang dibangun dalam empat tahap.
PALU, METROSULAWESI.NET - PT PLN (Persero) memperkuat sistem kelistrikan jalur Sidera–Palu melalui proyek penambahan kapasitas listrik sebesar 50 Megawatt (MW) yang dibangun dalam empat tahap.
Penguatan ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Sulawesi Tengah sekaligus mendukung pemerataan elektrifikasi desa melalui program Berani Menyala.
Penguatan Sistem Interkoneksi Sulawesi jalur Sidera–Palu tersebut diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Kabupaten Sigi, Sabtu (17/10/2026).
Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan proyek tersebut terdiri atas empat tahap pembangunan atau cluster.
Cluster 1 dan Cluster 2 masing-masing memiliki kapasitas 10 MW, sedangkan Cluster 3 dan Cluster 4 masing-masing berkapasitas 15 MW.
Dua tahap pertama telah dimulai pada 17 September 2026, sementara dua tahap berikutnya dijadwalkan mulai dibangun pada November 2026.
Penguatan sistem interkoneksi ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan harus berjalan seiring dengan upaya pemerintah daerah memperluas akses listrik hingga ke pelosok desa.
Melalui program Berani Menyala, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan seluruh desa di daerah itu telah menikmati aliran listrik pada 2028.
Anwar menjelaskan, program Berani Menyala lahir dari komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan masyarakat di desa yang selama ini belum teraliri listrik dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
Dalam dua tahun terakhir, Pemprov Sulteng terus mendorong percepatan elektrifikasi. Upaya tersebut turut menurunkan jumlah desa yang belum teraliri listrik, dari 89 desa pada 2025 menjadi 33 desa yang telah didata sebagai sasaran program percepatan.
“Target kita, pada 2028 seluruh desa di Sulawesi Tengah sudah berlistrik. Itulah yang melatarbelakangi lahirnya program Berani Menyala. Kita ingin masyarakat di desa-desa yang selama ini belum menikmati listrik juga merasakan manfaat pembangunan,” ujar Anwar.
Menurutnya, pemerataan akses listrik tidak sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, Anwar mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PLN dalam memperkuat jaringan kelistrikan di Sulawesi Tengah. Ia menilai dukungan tersebut sangat berarti, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
“Program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan jaringan listrik desanya. Kita bersyukur pemerintah pusat dan PLN membantu, sehingga upaya menerangi desa-desa yang belum berlistrik bisa terus berjalan,” jelasnya.
Selain menyasar desa yang belum memiliki akses listrik, Pemprov Sulteng juga memberikan perhatian kepada rumah tangga di desa berlistrik yang belum memiliki meteran atau sambungan listrik sendiri.
Anwar menyebutkan, bantuan penyambungan listrik pada tahun sebelumnya telah menjangkau 1.017 rumah tangga.
Program tersebut direncanakan berlanjut pada 2027 agar semakin banyak keluarga dapat menikmati layanan listrik secara mandiri dan legal. (ril/*)
Apa Reaksimu?

