Siswa SMAN 1 Lore Utara Dibekali Ilmu Financial Planning

Hannah Asa Indonesia sukses menggelar Bootcamp 115 bertajuk “Memulai Langkah Cerdas dalam Mengelola Keuangan Pribadi” di SMAN 1 Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (08/10/2026). Di tengah gempuran tren media sosial dan transaksi digital, pelatihan ini hadir untuk membentengi para pelajar agar mampu mengambil keputusan keuangan secara sadar dan mandiri sejak usia sekolah.

Oktober 14, 2026 - 12:30
Siswa SMAN 1 Lore Utara  Dibekali Ilmu Financial Planning
Hannah Asa Indonesia sukses menggelar Bootcamp 115 bertajuk “Memulai Langkah Cerdas dalam Mengelola Keuangan Pribadi” di SMAN 1 Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (08/10/2026). (Foto: Istimewa)

POSO, METROSULAWESI.NET - Hannah Asa Indonesia sukses menggelar Bootcamp 115 bertajuk “Memulai Langkah Cerdas dalam Mengelola Keuangan Pribadi” di SMAN 1 Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (08/10/2026). Di tengah gempuran tren media sosial dan transaksi digital, pelatihan ini hadir untuk membentengi para pelajar agar mampu mengambil keputusan keuangan secara sadar dan mandiri sejak usia sekolah.

Edukasi interaktif yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dipandu oleh dua Junior Trainer Hannah Asa Indonesia, Ayumi Aulia dan Sabrina Arnelitha. Mereka memperkenalkan konsep financial planning (perencanaan keuangan) yang dikemas secara sederhana dan relevan dengan kehidupan remaja sehari-hari.

Melawan Gengsi dan Mengubah Paradigma Uang

Dalam sesi pertama, Ayumi Aulia menekankan pentingnya mengubah cara pandang pelajar terhadap uang. Ia menjelaskan bahwa kekayaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak uang yang dimiliki atau dipamerkan, melainkan dari kemampuan mengelolanya dengan bijak. Pelajar didorong untuk menggunakan uang saku berdasarkan kebutuhan riil, bukan karena tekanan lingkungan.

“Mengelola uang dengan baik bukan berarti kita tidak boleh menikmati hidup. Hal yang terpenting adalah kita tahu persis untuk apa uang itu digunakan, bisa menentukan prioritas, dan tidak membiarkan keinginan sesaat mengambil alih. Kebiasaan sederhana ini adalah fondasi masa depan,” jelas Ayumi.

Siswa SMAN 1 Lore Utara diajarkan untuk tegas membedakan antara kebutuhan primer (seperti makanan, pendidikan, dan transportasi) dengan keinginan sekunder yang bisa ditunda (seperti mengikuti tren gaya hidup konsumtif).
Membentengi Diri dari Racun Media Sosial dan FOMO

Materi bootcamp ini juga menyoroti perubahan perilaku konsumsi generasi muda yang sangat dipengaruhi oleh ruang digital. Sabrina Arnelitha memaparkan berbagai tantangan finansial modern yang kerap menjebak pelajar, mulai dari fenomena FOMO (Fear of Missing Out), konten pamer kekayaan (flexing), bujukan influencer, hingga jeratan fitur paylater atau utang digital.

Menurut Sabrina, media sosial seharusnya disaring dengan ketat agar tidak menjadi pemicu belanja impulsif, melainkan diubah menjadi ladang produktif.

“Jangan sampai tren atau promo membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sebaliknya, manfaatkan media sosial untuk belajar literasi keuangan, membangun jaringan, dan mencari peluang yang mendukung masa depan,” tegas Sabrina. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow