25 Pegiat PORPI Sulteng Ikuti Pelatihan Instruktur dan Penjurian Nasional di Jakarta

Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Sulawesi Tengah memberangkatkan 25 pegiat untuk mengikuti Pelatihan Calon Instruktur Senam dan Penjurian Nasional yang dirangkaikan dengan HUT ke-45 PORPI.

Oktober 10, 2026 - 05:30
25 Pegiat PORPI Sulteng Ikuti Pelatihan Instruktur dan Penjurian Nasional di Jakarta
Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Sulawesi Tengah memberangkatkan 25 pegiat untuk mengikuti Pelatihan Calon Instruktur Senam dan Penjurian Nasional yang dirangkaikan dengan HUT ke-45 PORPI. (Foto: METROSULAWESI/ Adi Pranata)

PALU, METROSULAWESI.NET - Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Sulawesi Tengah memberangkatkan 25 pegiat untuk mengikuti Pelatihan Calon Instruktur Senam dan Penjurian Nasional yang dirangkaikan dengan HUT ke-45 PORPI.

Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PORPI tersebut berlangsung selama tiga hari, 15–17 Oktober 2026, di Hotel Balairung, Jalan Matraman, Jakarta.

Ketua PORPI Sulawesi Tengah, Tessy Prihatini Yanuarita, mengatakan keikutsertaan puluhan pegiat tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia PORPI Sulteng menghadapi berbagai agenda olahraga masyarakat, termasuk FORNAS 2027.

Menurut Tessy, para pegiat yang diberangkatkan diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang nantinya diterapkan dalam pembinaan PORPI di Sulawesi Tengah.

“Ini untuk melatih pegiat PORPI yang akan ikut FORNAS. Sekaligus pemantapan gerakan PORPI. Kami berusaha menyumbang yang terbaik buat Sulawesi Tengah,” kata Tessy.

Ia menjelaskan, 25 pegiat yang diberangkatkan berasal dari berbagai kelompok usia. PORPI Sulteng selama ini menjalankan pembinaan olahraga pernapasan mulai dari kalangan remaja hingga lanjut usia.

“Jumlah yang kami berangkatkan 25 pegiat. Kami melatih mulai dari remaja hingga lansia,” ujarnya.

Para pegiat PORPI Sulteng dilepas langsung Ketua KORMI Sulawesi Tengah, Syaifullah Djafar.

Syaifullah mengapresiasi upaya PORPI Sulteng mengirim pegiat mengikuti pelatihan tingkat nasional. Menurutnya, peningkatan kapasitas instruktur dan penjurian penting untuk memperkuat kualitas olahraga masyarakat di daerah.

Ia mengatakan pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah berjalan melalui tiga jalur, yakni olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi.

Menurut Syaifullah, olahraga masyarakat yang tumbuh dari akar rumput juga perlu mendapatkan perhatian lebih karena memiliki basis komunitas yang kuat.

“Seharusnya yang mendapat perhatian lebih adalah olahraga yang dibentuk dari masyarakat akar rumput,” ujarnya.

Syaifullah menambahkan, Sulawesi Tengah kini kembali dipercaya menjadi tuan rumah FORNAS 2027. Pelaksanaan FORNAS IX tersebut direncanakan berlangsung pada 28 Agustus–4 September 2027.

Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memberikan ruang bagi pegiat olahraga masyarakat Sulteng untuk berkontribusi.

Termasuk bagi PORPI, para pegiat yang telah mendapatkan pembekalan penjurian nasional diharapkan dapat mengambil peran dalam pelaksanaan FORNAS 2027 di Sulawesi Tengah.

“Karena kita jadi tuan rumah, tentunya pegiat PORPI akan ikut andil jadi juri,” kata Syaifullah.

Ia menegaskan, status tuan rumah tidak hanya berbicara mengenai sukses penyelenggaraan, tetapi juga pelayanan kepada seluruh peserta yang datang ke Sulawesi Tengah.

“Saya sampaikan sebagai tuan rumah harus memberikan pelayanan yang terbaik. Agar pulang dari Sulteng dengan hati yang gembira,” pungkasnya.

Reporter: Adi Pranata
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow