Jusuf Kalla Berbagi Kiat Jadi Pemimpin dalam Dunia Usaha
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) secara gamblang berbagi sejumlah kiat yang harus dimiliki calon pemimpin maupun pemimpin pada Makassar Leadership Summit melalui sambungan daring dari Makassar, Kamis.
MAKASSAR, METROSULAWESI.NET- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) secara gamblang berbagi sejumlah kiat yang harus dimiliki calon pemimpin maupun pemimpin pada Makassar Leadership Summit melalui sambungan daring dari Makassar, Kamis.
Jusuf Kalla menyampaikan seorang pemimpin membutuhkan tiga pondasi utama, yakni pintar, berani dan memperkuat kepercayaan di masyarakat.
"Anda harus makin pintar. Pintar bukan hanya bergaul, berdekatan dengan penguasa, Anda harus berani berkreativitas. Berani. Kalau Anda tidak berani mengambil risiko, maka keberhasilan itu tidak akan diperoleh," ujarnya.
JK menekankan pentingnya keberanian dan kreativitas seorang pemimpin dalam menjalankan usaha. Menurut dia, pemimpin perusahaan dituntut mampu mengambil keputusan dan berani menghadapi risiko.
JK juga mengingatkan pentingnya konsistensi setelah sebuah keputusan atau inovasi berhasil dijalankan. Menurut dia, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemampuan mempertahankan kepercayaan.
"Keberhasilan adalah masalah kepercayaan. Apabila Anda tidak membentengi diri dengan kepercayaan, boleh Anda punya usaha, Anda punya modal, tapi Anda tidak punya masa depan," kata JK.
Ia menilai kepercayaan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempertahankan keberlangsungan bisnis di tengah persaingan dan perubahan lingkungan usaha.
Karena itu, JK menegaskan perusahaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan untuk kepentingan internal. Perusahaan harus melihat hubungan timbal balik antara pertumbuhan bisnis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam menjalankan bisnis.
"Bahwa pekerjaan itu tentu, tugas perusahaan bukan lagi hanya untuk kepentingan pemegang saham. Kita kenal dengan ESG, environment atau lingkungan," kata Jusuf Kalla.
Menurut JK, keberlangsungan perusahaan sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan. Kerusakan hutan, kebakaran, kekeringan, dan banjir merupakan persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus aktivitas dunia usaha.
Ia juga menekankan aspek sosial dalam ESG. Menurut dia, perusahaan harus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat karena keberadaan masyarakat merupakan bagian penting dari keberlanjutan sebuah usaha. (ant)
Apa Reaksimu?

