Pemkot Palu Luncurkan Program ‘Siswaku’, Strategi Edukasi Kependudukan dan Lingkungan Berbasis Gen Z
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, secara resmi meluncurkan program Siswaku (Transformasi Sekolah Siaga Kependudukan Berwawasan Lingkungan) di SMP Al-Azhar Mandiri Palu pada Rabu (30/9/2026). Program inovatif ini dirancang sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mengintegrasikan isu kependudukan dan kelestarian lingkungan ke dalam sistem pendidikan formal.
PALU, METROSULAWESI.NET - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, secara resmi meluncurkan program Siswaku (Transformasi Sekolah Siaga Kependudukan Berwawasan Lingkungan) di SMP Al-Azhar Mandiri Palu pada Rabu (30/9/2026). Program inovatif ini dirancang sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mengintegrasikan isu kependudukan dan kelestarian lingkungan ke dalam sistem pendidikan formal.
Program Siswaku merupakan proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026. Inisiasi ini digagas langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu, Ridwan Mustapa. Pada tahap awal, program ini melibatkan tiga sekolah percontohan di Kota Palu, yaitu SMP Negeri 6 Palu, SMP Negeri 8 Palu, dan SMP Al-Azhar Mandiri Palu.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin menekankan pentingnya mengubah paradigma penyampaian informasi kepada generasi muda. Menurutnya, metode doktrin satu arah sudah tidak lagi relevan untuk mendidik Generasi Z.
“Kenapa kita menggandeng siswa SMP? Karena kalau kita turun ke lapangan dan hanya mendoktrin, itu tidak akan efektif. Mereka adalah Generasi Z yang membutuhkan pendekatan serta metode penyampaian yang sama sekali berbeda,” ujar Imelda.
Lebih lanjut, Imelda menjelaskan bahwa program Siswaku mengedepankan metode pembelajaran partisipatif. Siswa tidak hanya diberikan pemahaman teoritis di dalam kelas, melainkan dilibatkan langsung dalam praktik lapangan agar mampu memahami esensi dari pengelolaan kependudukan dan pelestarian lingkungan secara nyata.
Pendekatan inklusif terhadap anak muda ini sejalan dengan kebijakan makro Pemerintah Kota Palu. Saat ini, berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Palu juga mulai aktif melibatkan mahasiswa dan kelompok pemuda dalam program-program taktis daerah.
“Anak-anak muda sengaja kita libatkan secara langsung agar mereka memahami bahwa dinamika antara teori dan praktik di lapangan itu sering kali berbeda,” tambah Wakil Wali Kota.
Acara peluncuran yang berlangsung khidmat tersebut juga membawa kesan personal bagi Imelda. Ia mengapresiasi kontribusi SMP Al-Azhar Mandiri Palu yang dipilih sebagai tempat peluncuran, sekaligus mengenang sekolah tersebut sebagai almamater anak-anaknya.
“SMP Al-Azhar ini sangat dekat di hati saya karena anak-anak saya merupakan alumni dari sini. Terima kasih kepada pihak sekolah yang terus konsisten melahirkan generasi muda yang luar biasa,” pungkasnya. (din/*)
Apa Reaksimu?

