Rektor: Kuliah Pascasarjana Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Pascasarjana Universitas Tadulako (Untad) menggelar Silaturahmi Akademik Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Tahun 2026 di Palu, Minggu, 2 Agustus 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pascasarjana Universitas Tadulako (Untad) menggelar Silaturahmi Akademik Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Tahun 2026 di Palu, Minggu, 2 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema "Menumbuhkan Budaya Akademik yang Berkarakter, Berintegritas, Kolaboratif, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045" ini dibuka Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Silaturahmi akademik ini diikuti mahasiswa baru dari Program Pascasarjana, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Rektor Prof Amar menegaskan pendidikan pascasarjana bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, melainkan sarana memperdalam ilmu pengetahuan, memperkuat kapasitas kepemimpinan, mematangkan intelektualitas, serta membentuk karakter akademisi yang bertanggung jawab.
Menurut Rektor, Program Pascasarjana merupakan marwah utama sebuah perguruan tinggi. Oleh karena itu, seluruh proses penyelenggaraan pendidikan harus mengacu pada standar akademik yang berlaku, termasuk pemenuhan masa studi sesuai ketentuan, sehingga kualitas lulusan dan reputasi institusi tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengaitkan tema kegiatan dengan semangat Dies Natalis Universitas Tadulako ke-45 melalui akronim "KITA", yaitu Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, dan Adaptif, serta nilai "UNTAD" yang dimaknai sebagai Unggul, Tangguh, dan Adaptif.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun budaya akademik yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
"Pendidikan pascasarjana bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi merupakan proses pendalaman ilmu, penguatan kapasitas kepemimpinan, kematangan intelektual, serta pembentukan karakter akademis yang bertanggung jawab. Manfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, secara bijaksana sebagai pendukung pembelajaran dan penelitian, namun tetap menjunjung tinggi integritas akademik, kejujuran ilmiah, dan menghindari plagiarisme," tegas Rektor.
Rektor turut mendorong mahasiswa untuk aktif menghasilkan publikasi ilmiah, mengikuti seminar dan konferensi ilmiah, serta membangun jejaring akademik yang lebih luas. Penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pembangunan daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa pascasarjana harus mampu menjadi agen transformasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai kebangsaan, serta karakter yang kuat sebagai bekal mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Mengakhiri sambutannya, Rektor berharap seluruh sivitas akademika Pascasarjana Universitas Tadulako terus bersinergi membangun lingkungan akademik yang kondusif, menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, serta menjaga marwah Pascasarjana Universitas Tadulako sebagai institusi yang unggul, tangguh, dan adaptif.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

