Sentuhan Hangat dari Insan Pers, Cerita JMSI Sulteng Berbagi Kebahagiaan di TPA Kawatuna
Hari Jumat selalu menyimpan ruang khusus untuk melahirkan cerita kebaikan. Di bawah terik langit Kota Palu, aroma khas sampah dan deru truk penimbun langsung menyambut kedatangan rombongan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tengah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna pada Jumat (2/10/2026). Kedatangan mereka kali ini bukan untuk mencari perburuan berita atau wawancara formal, melainkan untuk mengulurkan tangan lewat sebuah aksi kemanusiaan bertajuk "Jumat Berbagi".
PALU, METROSULAWESI.NET - Hari Jumat selalu menyimpan ruang khusus untuk melahirkan cerita kebaikan. Di bawah terik langit Kota Palu, aroma khas sampah dan deru truk penimbun langsung menyambut kedatangan rombongan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tengah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna pada Jumat (2/10/2026). Kedatangan mereka kali ini bukan untuk mencari perburuan berita atau wawancara formal, melainkan untuk mengulurkan tangan lewat sebuah aksi kemanusiaan bertajuk "Jumat Berbagi".
Di kawasan TPA Kawatuna, para jurnalis dan pemilik media siber ini langsung berbaur dengan para pekerja lapangan. Di tengah rutinitas berat mengais dan memilah barang bekas, senyum sumringah mendadak terbit dari wajah-wajah lelah para pekerja saat tim JMSI Sulteng mulai membagikan satu per satu paket yang sudah disiapkan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 100 paket makanan siap saji dan minuman segar didistribusikan langsung sebagai penyegar dahaga di sore hari yang gerah itu.
Aksi kepedulian ini digawangi langsung oleh Bidang Sosial dan Kemanusiaan JMSI Sulteng. Sang koordinator bidang, Hendly Mangkali, mengungkapkan bahwa gerakan kecil ini merupakan awal dari komitmen jangka panjang organisasi.
"Untuk aksi berbagi kali ini, kami menyiapkan 100 dus paket makanan dan minuman untuk dibagikan secara merata kepada para pekerja yang ada di lokasi TPA," ungkap Hendly sembari membagikan paket di lapangan.
Lebih lanjut, Hendly menjelaskan bahwa agenda kemanusiaan seperti ini tidak akan berhenti sebagai aksi sekali jalan. Pihaknya bertekad merawat konsistensi ini agar denyut program sosial JMSI Sulteng bisa terus dirasakan oleh masyarakat luas di masa-masa mendatang. Soal urusan dapur umum dan pendanaan, Hendly membocorkan bahwa gerakan ini murni digerakkan secara swadaya, bersumber dari iuran sukarela anggota JMSI Sulteng serta ketulusan para donatur luar yang ikut menitipkan rezekinya demi menyukseskan aksi ini.
Langkah perdana yang penuh kehangatan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pucuk pimpinan organisasi. Ketua JMSI Sulteng, Murtalib, menyatakan rasa bangga dan dukungan penuhnya atas inisiatif yang dilakukan oleh jajaran pengurusnya di lapangan. Ia berharap, langkah awal di TPA Kawatuna ini bisa menjadi pemantik semangat bagi Bidang Sosial dan Kemanusiaan untuk terus menelurkan program-program sosial kreatif lainnya.
"Kami berharap program-program sosial dan kemanusiaan seperti ini bisa tetap konsisten berjalan ke depan, agar kehadiran insan pers tidak hanya menjadi penyambung lidah informasi tetapi juga pembawa manfaat nyata," tutur Murtalib menutup perbincangan. (*)
Apa Reaksimu?

