Bupati Vera Resmikan Pembangunan Proyek KNMP Senilai Rp30 Miliar

Langkah nyata untuk mendongkrak roda perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, resmi dimulai. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, melakukan peletakan batu pertama secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan megaproyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, pada Kamis (8/10/2026).

Oktober 10, 2026 - 10:00
Bupati Vera Resmikan Pembangunan Proyek KNMP Senilai Rp30 Miliar
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, melakukan peletakan batu pertama secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan megaproyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, pada Kamis (8/10/2026). (Foto: Ist)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Langkah nyata untuk mendongkrak roda perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, resmi dimulai. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, melakukan peletakan batu pertama secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan megaproyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, pada Kamis (8/10/2026). 

Khusus di Desa Batusuya, proyek ini berdiri di atas lahan seluas 3.200 meter persegi dengan kucuran dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp4,2 miliar. Pengerjaannya sendiri ditargetkan bisa rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Vera Laruni menegaskan bahwa kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini tidak boleh hanya berhenti pada penyelesaian infrastruktur fisik semata. Baginya, hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kawasan ini mampu berkelanjutan dan memberikan dampak nyata yang luas terhadap kesejahteraan hidup para nelayan lokal.

“Setelah selesai dibangun nanti, kawasan ini harus benar-benar hidup. Kita ingin aktivitas di sini semakin produktif; hasil tangkapan ikan menjadi lebih mudah didaratkan, disimpan dengan kualitas terjaga, dan dipasarkan dengan harga yang adil, sehingga nelayan kita mendapatkan manfaat ekonomi yang besar,” ujar Vera Elena Laruni penuh optimisme.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memastikan kawasan perikanan terpadu ini dapat beroperasi secara maksimal. Penataan tata kelola operasional membutuhkan andil aktif dari berbagai pihak sejak dini.

“Pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, pihak koperasi, hingga para pelaku usaha harus duduk bersama. Semua elemen wajib memastikan bahwa KNMP ini berfungsi dengan baik dan benar-benar mendatangkan manfaat nyata yang berkelanjutan untuk seluruh nelayan,” sebutnya.

Program KNMP di Kabupaten Donggala pada Tahun Anggaran 2026 ini merupakan pelaksanaan tahap pertama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tidak main-main, total investasi yang digelontorkan untuk wilayah Donggala mencapai Rp30,2 miliar yang dialokasikan khusus untuk enam lokasi strategis. 

Selain Desa Batusuya, lima titik wilayah pesisir lainnya yang masuk dalam program penataan intensif ini meliputi Kelurahan Boneoge, Kelurahan Ganti, Desa Wani, Desa Lerotari (Lero Tatari), dan Desa Pangalaseang. Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki konsentrasi nelayan yang tinggi serta potensi sektor perikanan tangkap yang sangat menjanjikan. 

Guna mewujudkan kawasan perikanan modern yang mandiri, kompleks KNMP di masing-masing lokasi akan dibangun secara terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang yang mumpuni. Fasilitas tersebut mencakup pembuatan tambatan perahu bagi nelayan, shelter atau tempat pendaratan ikan, kantor pengelola dok kapal, pabrik es, ruang pendingin besar (cold storage), hingga jajaran kios perbekalan khusus nelayan.

Keberadaan sarana prasarana yang lengkap ini diharapkan mampu memutus rantai kendala klasik nelayan tradisional selama ini, terutama menyangkut tingginya biaya logistik perbekalan dan penurunan kualitas hasil tangkapan pascamelaut. Dengan demikian, kawasan pesisir Donggala diproyeksikan tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi baru berbasis ketahanan pangan perikanan berkelanjutan.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow