Danau Poso Surut Akibat El Nino, PLN Palu Hidupkan Lagi Pembangkit Diesel
Fenomena El Nino yang memicu kekeringan berkepanjangan kini berdampak serius pada ketahanan energi di Sulawesi Tengah. Menyusutnya debit air di sejumlah sungai dan sumber pembangkit utama, termasuk Danau Poso, telah menekan sistem kelistrikan wilayah secara signifikan. Akibatnya, pasokan daya ke pusat-pusat ekonomi seperti Kota Palu mengalami penurunan tajam dan memicu kekhawatiran di sektor industri.
PALU, METROSULAWESI.NET - Fenomena El Nino yang memicu kekeringan berkepanjangan kini berdampak serius pada ketahanan energi di Sulawesi Tengah. Menyusutnya debit air di sejumlah sungai dan sumber pembangkit utama, termasuk Danau Poso, telah menekan sistem kelistrikan wilayah secara signifikan. Akibatnya, pasokan daya ke pusat-pusat ekonomi seperti Kota Palu mengalami penurunan tajam dan memicu kekhawatiran di sektor industri.
Kondisi kritis ini diungkapkan secara langsung oleh Asisten Niaga dan Pemasaran PLN Palu, Fuad, dalam forum Business Dinner yang mempertemukan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (PLN Suluttenggo) dengan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Sulawesi Tengah. Pertemuan strategis tersebut berlangsung pada Kamis (24/9/2026) malam di Koloni Coworking Space, lantai 2 Café Yolks, Jalan Monginsidi, Palu.
Dalam penjelasannya, Fuad memaparkan betapa krusialnya dampak El Nino terhadap infrastruktur pembangkit berbasis air (PLTA) di wilayah Sulawesi. Danau Poso, yang selama ini menjadi tulang punggung penyuplai energi bersih di Sulawesi Tengah, mengalami penurunan volume air yang drastis akibat minimnya curah hujan.
Dampak nyata dari menyusutnya Danau Poso ini sangat dirasakan pada jalur distribusi menuju Kota Palu. Dari total kapasitas pasokan normal yang biasanya berada di kisaran 500 megawatt, saat ini suplai yang berhasil disalurkan dari sistem Poso merosot turun sekitar 90 megawatt. Kondisi ini memaksa PLN untuk memutar otak dalam menjaga kestabilan tegangan jaringan.
Ironisnya, tekanan kelistrikan ini terjadi di saat kapasitas total pembangkit di Sulawesi Tengah sebenarnya berada dalam posisi yang sangat ideal. Fuad menjelaskan bahwa dalam kondisi cuaca normal atau tanpa intervensi El Nino, sistem kelistrikan Sulawesi Tengah sebenarnya menikmati surplus daya sekitar 300 megawatt.
"Total ketersediaan listrik kita mencapai 3.000 megawatt, sementara kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha saat ini berada di angka 2.700 megawatt," ujar Fuad. Namun, hilangnya potensi debit air akibat kekeringan memaksa pasokan riil berada di bawah kapasitas maksimalnya, sehingga ancaman defisit daya membayangi aktivitas harian.
Untuk mengantisipasi krisis listrik, kata Fuad, pihaknya menghidupkan kembali sejumlah PLTD. PLTD diharapkan dapat menutupi kebutuhan listrik.
Mendengar paparan tersebut, para pelaku usaha yang tergabung dalam APINDO Sulawesi Tengah langsung menyuarakan kekhawatiran mereka. Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, yang memimpin delegasi pengusaha, menegaskan bahwa sektor industri dan komersial membutuhkan jaminan serta kepastian pasokan listrik dari PLN agar operasional bisnis tidak terganggu. Hal ini dinilai krusial mengingat gangguan listrik sekecil apa pun dapat memicu kerugian finansial yang besar bagi dunia usaha.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog interaktif yang dihadiri oleh jajaran penting dari kedua belah pihak. Dari sisi PLN Suluttenggo, hadir Manajer Humas Noven, Asisten Manajer Perencanaan Made, serta Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Palu Natalia. Sementara dari jajaran APINDO Sulteng, Wijaya Chandra didampingi oleh Sekretaris Ito Lawputra, Bendahara Andres Ang, serta sejumlah tokoh usaha daerah seperti Muh. Renu Adiguna, Handri Pinatik, Murtalib, Tasman Banto, dan Leopold.
Melalui forum ini, APINDO berharap PLN dapat segera merumuskan langkah-langkah mitigasi darurat, baik melalui optimalisasi pembangkit alternatif maupun manajemen beban yang transparan, demi menjaga roda perekonomian Sulawesi Tengah tetap berputar di tengah tantangan iklim El Nino. (din/*)
Apa Reaksimu?

