Memperingati Hari Bakti Air Traffic Controller, Mengenang Kembali Dedikasi Anthonius Gunawan Agung

Tanggal 28 September 2018 adalah hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh dunia penerbangan Indonesia. Di tengah guncangan gempa hebat yang meruntuhkan menara pengawas, seorang pemuda bernama Anthonius Gunawan Agung memilih bertahan demi menyelamatkan ratusan nyawa di dalam pesawat Batik Air ID 6231.

Oktober 1, 2026 - 10:30
Memperingati Hari Bakti Air Traffic Controller, Mengenang Kembali Dedikasi Anthonius Gunawan Agung
Petugas Air Traffic Control (ATC) memantau pergerakan pesawat dari atas menara pengawas di sebuah bandara udara. (ANTARA/HO-Airnav)

PALU, METROSULAWESI.NET - Tanggal 28 September 2018 adalah hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh dunia penerbangan Indonesia. Di tengah guncangan gempa hebat yang meruntuhkan menara pengawas, seorang pemuda bernama Anthonius Gunawan Agung memilih bertahan demi menyelamatkan ratusan nyawa di dalam pesawat Batik Air ID 6231.

Tanggal 29 September 2026, AirNav Indonesia memperingati momentum tersebut sebagai Hari Bakti Air Traffic Controller (ATC). Peringatan ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang kembali dedikasi luar biasa sang pahlawan langit dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu.

Kisah heroik Agung kembali diceritakan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno. Saat gempa melanda, Agung menolak meninggalkan mejanya di menara ATC sebelum memastikan pesawat Batik Air tujuan Makassar berhasil lepas landas (take off) dengan aman. Sayangnya, tak lama setelah misi mulia itu selesai, menara roboh. Agung mengalami luka berat saat mencoba menyelamatkan diri dan mengembuskan napas terakhirnya pada 29 September 2018.

Melanjutkan Estafet Dedikasi di Udara

Mengusung tema “Mengenang Pengabdian, Melanjutkan Dedikasi,” Hari Bakti ATC 2026 bukan sekadar acara seremonial tahunan. Jajaran manajemen dan kolega di AirNav Indonesia kembali menggelar ziarah serta tabur bunga di tempat peristirahatan terakhir Agung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar.

Pemerintah sendiri telah menganugerahkan penghargaan Adikarya Dirgantara Pralabda kepada almarhum Agung sebagai bentuk penghormatan tertinggi di bidang perhubungan udara.

Bagi para pemandu lalu lintas udara di seluruh nusantara, sosok Agung adalah simbol nyata dari profesionalisme dan disiplin tanpa batas. Kisah heroiknya menjadi pengingat bahwa di balik kelancaran setiap penerbangan yang kita tumpangi, ada tanggung jawab super besar yang dipikul oleh para petugas ATC di menara pengawas. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow