Pemkot dan Smile Train Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Pemerintah Kota Palu menghadirkan kado spesial bagi masyarakat berupa pelayanan kesehatan gratis. Bekerja sama dengan Yayasan Smile Train, Pemkot menggelar bakti sosial operasi gratis celah bibir dan langit-langit di Gedung AMAC RSUD Anutapura Palu, Jumat (25/9/2026).
PALU, METROSULAWESI.NET - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Pemerintah Kota Palu menghadirkan kado spesial bagi masyarakat berupa pelayanan kesehatan gratis. Bekerja sama dengan Yayasan Smile Train, Pemkot menggelar bakti sosial operasi gratis celah bibir dan langit-langit di Gedung AMAC RSUD Anutapura Palu, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Rochmat Jasin Moenawar, Direktur RSUD Anutapura Palu, Maria Rosa Da Lima, perwakilan Dinas Sosial Kota Palu, serta para keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas kesehatan berkualitas merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Kolaborasi dengan mitra strategis seperti Smile Train menjadi langkah nyata dalam mempermudah akses tersebut.
"Pemerintah Kota Palu tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi kebutuhan dasar masyarakat, dan kesehatan adalah salah satunya. Melalui inisiasi Pemkot yang bekerja sama dengan Yayasan Smile Train, kami menghadirkan kegiatan yang sangat bermanfaat ini sebagai hadiah momentum peringatan HUT ke-48 Kota Palu," ujar Rochmat.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan RSUD Anutapura sebagai lokasi operasi didasari oleh kualitas pelayanan rumah sakit milik daerah tersebut yang sudah sangat baik dan tidak perlu diragukan lagi.
Rochmat menjelaskan, penanganan medis dalam bakti sosial ini tidak sekadar berfokus pada perbaikan estetika luar celah bibir. Tim dokter juga melakukan rekonstruksi menyeluruh pada celah langit-langit serta kelainan anatomi lainnya sesuai kondisi masing-masing pasien.
Langkah medis komprehensif ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi bicara dan makan secara normal. Dengan demikian, psikologis, tumbuh kembang, serta kehidupan sosial anak-anak pasca-operasi dapat berjalan lebih optimal.
“Harapan pemerintah daerah dan Bapak Wali Kota, anak-anak ini bukan hanya ditangani bibir sumbingnya, tetapi juga direkonstruksi secara menyeluruh. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh dan hidup normal sebagaimana anak-anak lainnya,” jelasnya.
Apresiasi besar juga disampaikan Kadiskes kepada Yayasan Smile Train. Pasalnya, program bantuan ini tidak membatasi domisili dan sifatnya terbuka lebar bagi seluruh masyarakat di luar wilayah Kota Palu.
Hingga hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 16 pasien telah mendaftar di meja konsultasi untuk menjalani tahapan pemeriksaan screening sebelum masuk ke ruang operasi.
“Alhamdulillah, setelah kami melihat langsung, ternyata pasien bukan hanya berasal dari Kota Palu tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Mohon doanya agar seluruh pasien yang menjalani operasi dapat pulih dengan baik dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” pungkas Rochmat.
Melalui kesuksesan agenda ini, Pemkot Palu berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor di bidang kesehatan demi melahirkan program pelayanan yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat luas. (din/*)
Apa Reaksimu?

