Bukan Sekadar Tanam, 60 Petani Palu Dilatih Racik Bawang Goreng Layak Jual

Pemerintah Kota Palu terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah. Salah satu langkah konkretnya dibuktikan melalui gelaran Pelatihan Hilirisasi Pangan Komoditas Cabai dan Bawang Merah yang berlangsung di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu.

Sep 27, 2026 - 10:00
Bukan Sekadar Tanam, 60 Petani Palu Dilatih Racik Bawang Goreng Layak Jual
Pelatihan Hilirisasi Pangan Komoditas Cabai dan Bawang Merah yang berlangsung di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu. (Foto: Diskominfosantik)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kota Palu terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah. Salah satu langkah konkretnya dibuktikan melalui gelaran Pelatihan Hilirisasi Pangan Komoditas Cabai dan Bawang Merah yang berlangsung di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 24–25 September 2026, ini melibatkan 60 petani pangan dan pelaku usaha yang berasal dari 46 kelurahan di Kota Palu. Selain sebagai langkah strategis penguatan ekonomi, pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu.

Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Jumat (25/9), agenda pelatihan terfokus pada demonstrasi dan praktik langsung. Para peserta tidak hanya dicekoki materi teoretis, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan proses pengolahan komoditas, khususnya pembuatan bawang goreng yang menjadi produk unggulan daerah.

Hadir sebagai narasumber, Jeranah dari Cendana Food. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas tahapan pengolahan cabai dan bawang, mulai dari teknik pemilihan bahan baku yang berkualitas, proses produksi yang standar, hingga menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah (value added) serta layak bersaing di pasar modern.

Para peserta juga ditantang mempraktikkan langsung rantai produksi dari hulu ke hilir, termasuk tahap pengemasan (packaging). Melalui simulasi ini, para petani didorong untuk memahami bahwa kemasan yang menarik, higienis, dan informatif menjadi kunci utama dalam mendongkrak nilai jual produk di mata konsumen.

Tidak berhenti pada rantai produksi fisik, pelatihan ini juga menyasar digitalisasi hilirisasi. Para pelaku usaha pangan dibekali materi mengenai pemanfaatan transaksi digital. Pengenalan ekosistem digital ini dinilai krusial untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi operasional keuangan, serta mendukung pemasaran produk pangan lokal agar bisa menembus pasar luar daerah.

Sebagai informasi, sinergi ini diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dirangkaikan pula dengan agenda Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Klaster Pangan demi mendorong terbentuknya ekosistem pangan lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow