Karhutlah Kembali Terjadi di Gunung Tinjoli

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pamona Timur, tepatnya di Pegunungan Tinjoli, Dusun Yumbu, Desa Matialemba.

Sep 30, 2026 - 10:00
Karhutlah Kembali Terjadi di Gunung Tinjoli
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pamona Timur, tepatnya di Pegunungan Tinjoli, Dusun Yumbu, Desa Matialemba, Senin 28 September 2026. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pamona Timur, tepatnya di Pegunungan Tinjoli, Dusun Yumbu, Desa Matialemba. 

Kejadian ini berlangsung pada Senin (28/9/2026), sekitar pukul 10.00 WITA. Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Pamona Timur IPTU Risman A.M langsung memimpin delapan personel untuk bergerak cepat ke lokasi bersama tim gabungan dari Manggala Agni, PT SJA2, serta puluhan warga masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, api menghanguskan area hutan dan lahan perkebunan baru seluas kurang lebih 5 hektare. Titik koordinat kebakaran berada di Latitude -1.918064° dan Longitude 120.867300°. 

Dalam operasi pemadaman yang berlangsung hingga sore hari, petugas menghadapi tantangan berat berupa akses jalan yang sulit, keterbatasan sumber air, serta angin kencang yang memicu penyebaran api ke area kebun durian. 

Hingga pukul 16.00 WITA, api di area pinggiran jalan dan luar kebun berhasil dipadamkan, namun api di area dalam hutan masih dalam proses pengendalian dan pendinginan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil signifikan selain kerusakan vegetasi. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pembakaran lahan oleh warga setempat di tengah kondisi kemarau panjang yang sudah berlangsung tiga bulan tanpa hujan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman A.M menegaskan bahwa meski upaya pemadaman terus dilakukan, faktor cuaca dan kelalaian manusia menjadi penyebab utama meluasnya api.

"Berdasarkan identifikasi awal, dugaan penyebab kebakaran ini bermula dari aktivitas pembakaran lahan oleh pemilik lokasi. Kami sangat menyayangkan hal ini karena meskipun kami telah gencar melakukan sosialisasi dan pemasangan himbauan, masih ada warga yang nekat membakar lahan. Kondisi kemarau selama tiga bulan terakhir membuat segala sesuatu sangat mudah terbakar. Satu percikan api kecil bisa menjadi bencana besar seperti yang terjadi hari ini di Tinjoli," tambahnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow