Momentum HUT ke-48 Kota Palu: Pemkot Gelar Tabligh Akbar dan Refleksi Spiritual di Lapangan Vatulemo

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Pemerintah Kota Palu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diintegrasikan dengan agenda Palu Berzikir, Bermuhasabah, serta Tabligh Akbar di Lapangan Vatulemo pada Senin malam (28/09/2026). Kegiatan religius ini menjadi instrumen refleksi spiritual sekaligus ruang konsolidasi sosial bagi masyarakat dan jajaran makro pemerintahan.

Oktober 1, 2026 - 09:00
Momentum HUT ke-48 Kota Palu: Pemkot Gelar Tabligh Akbar dan Refleksi Spiritual di Lapangan Vatulemo
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Pemerintah Kota Palu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diintegrasikan dengan agenda Palu Berzikir, Bermuhasabah, serta Tabligh Akbar di Lapangan Vatulemo pada Senin malam (28/09/2026). (Foto: Diskominfo Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Pemerintah Kota Palu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diintegrasikan dengan agenda Palu Berzikir, Bermuhasabah, serta Tabligh Akbar di Lapangan Vatulemo pada Senin malam (28/09/2026). Kegiatan religius ini menjadi instrumen refleksi spiritual sekaligus ruang konsolidasi sosial bagi masyarakat dan jajaran makro pemerintahan.

Puncak acara menghadirkan tokoh nasional, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar, M.A. (Menteri Agama Republik Indonesia periode 2001–2004), sebagai penceramah utama. Secara institusional, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., dan Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M., bersama jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ribuan elemen masyarakat.

Refleksi Diri dan Mitigasi Spiritual

Dalam pidato kebudayaan dan keagamaan-nya, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan bahwa zikir kolektif ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah momentum krusial untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) nasional di tingkat daerah. Ia menggarisbawahi pentingnya doa bersama sebagai wujud permohonan perlindungan dari segala bentuk kebencanaan dan tantangan daerah yang kompleks.

"Tadi kita sudah berdoa agar dihindarkan dari musibah yang mungkin kita tidak mampu menjalaninya. Kegiatan ini diisi dengan tausiyah dari mantan Menteri Agama RI. Mari kita simak dan internalisasikan pesan-pesan tersebut sebaik-baiknya," ujar Hadianto.

Korelasi Kesadaran Individu dan Ketahanan Kota

Lebih lanjut, Hadianto menekankan doktrin sosial bahwa kemajuan suatu daerah secara linear berbanding lurus dengan kualitas akhlak dan kedisiplinan warganya. Kemampuan individu dalam memfilter diri dari pengaruh negatif dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan Kota Palu secara makro.

"Dengan kita mampu menjaga diri kita dengan baik, maka secara otomatis kita mampu menjaga kota ini dengan baik. Esensinya, Kota Palu harus bertransformasi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," tegasnya.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini ditutup dengan seruan optimisme dari Wali Kota untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) dan stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan kota. Peringatan Maulid Nabi 1448 H ini berhasil menyeimbangkan antara perayaan hari jadi kota yang progresif dengan pemenuhan nilai-nilai spiritualitas yang kultural. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow